Pakar Cium Kejanggalan di Balik Raibnya Duit Rp 135 Juta Nasabah BCA

Pakar Cium Kejanggalan di Balik Raibnya Duit Rp 135 Juta Nasabah BCA

Tim - detikInet
Senin, 28 Mar 2022 16:22 WIB
Ilustrasi wanita menggunakan kartu ATM atau kartu kredit
Ilustrasi kartu ATM. Foto: Getty Images/filadendron
Jakarta -

Heboh di media sosial Twitter dan Instagram uang nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hilang mendadak hingga Rp 135 juta. Pihak BCA sudah memberikan penjelasan, namun pakar keamanan siber masih mempertanyakannya.

Seperti diberitakan, akun Twitter @heb*st* menyampaikan jika terjadi transaksi penarikan dan transfer uang ke rekening lain. Padahal kartu debit yang dimiliki ada pada dirinya di Bandung.

BCA akan mengganti 100% uang nasabah atas nama Hebbie Agus Kurnia. "Itu infonya sudah beres memang di skim dari hasil investigasi kami, bukan kesalahan nasabah. Iya, kalau bukan karena kesalahan atau kelalaian nasabah kita ganti 100%," jelas, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, kepada detikcom, Senin (28/3/2022).

Jahja mengatakan BCA telah melakukan investigasi dan menghubungi nasabah yang kehilangan uang. Dari investigasi, ditemukan terjadi skimming di bank lain. Kepada nasabah BCA juga sudah sampaikan akan memberikan penggantian 100%.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanuwijaya, menilai bahwa kesimpulan terjadi skimming itu menimbulkan pertanyaan. Itu karena per 1 Januari 2022 menurut edaran BI, semua kartu ATM sudah harus chip, bukan lagi magnetis. Ia menyebut, kartu berbasis chip hampir mustahil kena skim.

"Kartu chip secara teknis mustahil bisa di-skim, kalau mau klon bisa tapi kalau pihak luar bank mau mengkloning itu membutuhkan biaya yang luar biasa besar. Bisa jauh lebih mahal dari uang yang didapatkan. Alatnya juga hampir tidak mungkin didapatkan semudah alat kloning kartu magnetik," katanya kepada detikINET.

"Jadi ada 2 kemungkinan disini. Pertama, bank-nya bandel tidak mengikuti SE BI, sehingga ada kartu ATM-nya yang masih magnetik dan bisa di skim," paparnya.

"Kemungkinan kedua, kartunya sudah chip semua, lalu sebenarnya yang terjadi bukan skimming dan ada kebocoran dari sektor lain yang tidak diungkapkan oleh bank. Ini yang harus dijelaskan oleh bank," lanjut Alfons.

Di sisi lain, Alfons mengapresiasi BCA mau mengganti seluruh uang nasabah yang hilang. Menurutnya, hal itu memang masyarakat tenang dan tidak takut menyimpan uang dan menggunakan ATM.

"Tetapi hal yang sebenarnya harus diungkapkan dengan transparan supaya bisa menjadi pembelajaran," pungkas dia.



Simak Video "BCA Expoversary 2022 Tawarkan Berbagai Promo"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)