APJII dan Binokular Kerja Sama Penguatan Industri Big Data Indonesia

ADVERTISEMENT

APJII dan Binokular Kerja Sama Penguatan Industri Big Data Indonesia

Tim - detikInet
Sabtu, 26 Feb 2022 22:51 WIB
High quality 3D rendered image, perfectly usable for topics related to big data, global networks, international flight routes or the spread of a pandemic / computer virus.
Textures courtesy of NASA:
https://visibleearth.nasa.gov/images/55167/earths-city-lights,
https://visibleearth.nasa.gov/images/73934/topography
Ilustrasi big data. Foto: Getty Images/iStockphoto/DKosig
Jakarta -

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Binokular Media Utama bekerja sama menguatkan industri Big Data di Indonesia. Kerja sama ini terjalin melalui penandatanganan perjanjian di Ruang Rapat Lt 11 Kantor APJII, Gedung Cyber 1, Kuningan, Jakarta.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Ketua APJII Muhammad Arif dan Sapto Anggoro, CEO Binokular Media Utama. Dalam perjanjian ini, kedua pihak bersepakat memperkenalkan kepada masyarakat lebih luas terkait big data di internet untuk banyak kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan, hingga untuk kepentingan komersial dan pemasaran.

"MoU ini sebagai langkah awal kerja sama yang efektif dan efisien serta berkesinambungan, agar masyarakat lebih dekat dengan apa itu Big Data. Internet menyediakan data luar bisa besar untuk kemaslahatan masyarakat, kita perlu mengelola ini agar benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Muhammad Arif dalam keterangan yang diterima detikINET.

Pengertian sederhana Big Data adalah sekumpulan data bervolume sangat besar yang terdiri dari data yang terstruktur ( structured), semi terstruktur ( semi-structured) dan ( unstructured) yang volumenya terus berkembang seiring jalannya waktu.

Big data pada dasarnya merupakan pengembangan dari database pada umumnya. Perbedaannya, volume Big Data jauh lebih besar dan jenis datanya sangat variatif.

"Big Data bisa memprediksi kecenderungan masyarakat. Dengan Big Data, misalnya, kita bisa tahu masyarakat Jakarta sedang terkena flu. Karena itu bisa kita manfaatkan untuk kesehatan. Bisa juga kita maksimalkan untuk pendidikan, dan yang paling penting untuk penguatan ekonomi digital dan pemberdayaan UMKM," terang Arif.

Sementara itu, Sapto Anggoro menyatakan, Binokular sejauh ini memanfaatkan Big Data untuk kebutuhan riset, monitoring pemberitaan, dan konsultansi media. "Kerja sama dengan APJII ini membuka jalan untuk kepentingan yang lebih luas," kata Sapto.

Sapto berharap, kerjasama antara APJII dan Binokular ini bisa lebih membuka mata masyarakat dan pemangku kebijakan tentang pentingnya Big Data.

"Big Data ini terkait juga dengan kedaulatan bangsa. Kalau kita bisa maksimalkan pemanfaatannya, tidak hanya dieksploitasi pihak asing, niscaya kita bisa membantu banyak sektor penting untuk maju," kata Arif.

"Kolaborasi ini penting sekali supaya ada banyak hasil positif bagi kemajuan internet di Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "AHY Kritik Big Data Luhut soal Penundaan Pemilu: Pemufakatan Jahat!"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT