Ini Fakta Video Viral Korban Palestina yang Disebut Hoax

Ini Fakta Video Viral Korban Palestina yang Disebut Hoax

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 19 Mei 2021 10:01 WIB
Militer Israel terus melancarkan serangan terhadap Palestina. Ratusan warga Palestina tewas.
Korban jiwa warga Gaza di Palestina (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Anda dapat video yang menyebutkan korban di pihak Palestina adalah rekayasa dalam konflik dengan Israel? Jangan percaya, inilah faktanya.

Dalam narasi video yang beredar di media sosial di Indonesia dan luar negeri, disebutkan kalau korban luka dan tewas dari pihak Palestina adalah pura-pura belaka. Mereka semua adalah aktor dengan darah palsu.

"Penipuan oleh warga Gaza. Mereka membuat darah palsu dan mewarnai luka yang tentu saja tidak asli. Ini tujuannya untuk membuat dunia kasihan dan membuat Israel tampak jahat," begitulah salah satu narasi yang beredar.

Seiring dengan narasi itu, beredar pula istilah yang disebut Pallywood alias Palestina Hollywood. Mereka yang menyebar propaganda ini mengatakan video warga Palestina itu cuma rekayasa ala Hollywood.

Bagaimana faktanya? Seperti dilihat dari Reuters, Rabu (19/5/2021) tim pencari fakta Reuters menemukan bahwa video ini aslinya adalah video liputan TRT World tentang industri perfilman di Palestina.

Video ini adalah adegan simulasi organisasi kedokteran dari Prancis, Doctors of The World tahun 2017. Dalam simulasi itu, para dokter harus melakukan evakuasi warga Gaza yang terluka.

Para warga Gaza ini adalah figuran yang diberikan make up dan efek khusus luka-luka oleh make up artist Palestina bernama Mariam Salah. Aktivitas Mariam dan timnya ini dalam video simulasi ini menjadi video berita TRT World berjudul Gaza Film Industry: Makeup Artist Break Gender Barriers. Media lainnya yang melakukan liputan yang sama adalah Gaza Post.

Inilah video aslinya:

[Gambas:Youtube]

Video ini diedit untuk menyebarkan kebencian kepada Palestina dan mendukung Israel. Contohnya seperti berikut ini:

Koordinator Lapangan Doctors of The World di Gaza, Heba Hamarnah, kepada Reuters membenarkan bahwa video yang dipelintir itu aslinya adalah dokumentasi kegiatan simulasi tahun 2017. Temanya kecelakaan di Rafah dan Khan Younis di hari yang sama dengan lebih dari 100 orang terluka.

"Sejak 2016, kami mengontrak orang yang sama untuk melakukan makeup efek luka-luka supaya simulasinya lebih realistis," kata Hamarnah.

Kesimpulannya adalah, video yang mengatakan warga Palestina memalsukan korban luka-luka adalah HOAX. Itu adalah video simulasi evakuasi oleh tim dokter tahun 2017. Faktanya, korban tewas dari warga Palestina adalah nyata dan sudah mencapai 212 orang meninggal dunia per Selasa (18/5).



Simak Video "Seruan Bela Palestina di Hari Terakhir Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/rns)