Startup Ini Olah Sampah Plastik Jadi Kacamata

Startup Ini Olah Sampah Plastik Jadi Kacamata

Erika Dyah Fitriani - detikInet
Senin, 29 Mar 2021 20:30 WIB
Sprite
Foto: dok. Screenshot/detikcom
Jakarta -

Indonesia merupakan salah satu pengguna serta penghasil sampah plastik yang cukup besar. Sayangnya, penggunaan dengan jumlah yang tinggi ini belum dibarengi dengan pengelolaan sampah yang baik. Meski begitu, kini ada langkah inovasi dari anak muda yang berusaha mengatasi permasalahan sampah di Indonesia dengan melakukan pengolahan sampah plastik untuk didaur ulang.

Adapun inovasi tersebut muncul dari startup besutan anak muda bernama PlusTik. Pendiri PlusTik Reza Hasfinanda menjelaskan pihaknya mencoba memberi solusi untuk permasalahan sampah plastik dengan memakai semua sampah plastik tanpa dipilah.

"Kita gunakan semua sampah plastik tanpa dipilah, termasuk juga botol barunya Sprite dan sampah plastik lainnya yang sering dinilai bermasalah untuk didaur ulang untuk dijadikan barang baru yang salah satunya adalah eco plank," jelas Reza dalam Webinar Sprite #LihatDenganJernih dengan tema 'Potensi Cuan Botol Bekas Pakai', Senin (29/3/2021).

Reza berharap dengan upaya daur ulang ini pihaknya dapat menghasilkan produk yang memiliki masa pakai lebih lama, tidak seperti plastik biasa yang umumnya hanya untuk sekali pakai. Ia pun berharap produk daur ulang dari PlusTik memiliki kegunaan yang lebih banyak.

Adapun untuk produknya, Reza mengaku saat ini PlusTik menghasilkan produk eco plank yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk salah satunya kacamata. Ia menyebutkan, eco plank ini memiliki karakteristik seperti kayu sehingga dapat diolah dan dibentuk dalam banyak rupa.

"Kita juga sekarang lagi research and development untuk buat ini jadi paving block atau ecobrick untuk bangunan," terangnya.

Reza mengungkap, dalam pembuatan kacamata yang berasal dari eco plank ini pihaknya menggunakan berbagai macam plastik dari tempat pembuangan akhir yang tak lagi dipilah, termasuk juga botol PET.

"Kita berusaha, begitu semua jenis sampah plastik masuk ke tempat kita itu ke belakangnya zero waste jadi semua plastik yang masuk bakal digunakan tanpa sisa," ujar Reza.

Kendati menggunakan berbagai jenis plastik tanpa dipilah, Reza mengatakan produk kacamata yang dihasilkan aman untuk digunakan sehari-hari.

"Kacamatanya safe karena kita sudah ada lab test yang memastikan tidak ada toxic yang dihasilkan. Karena memang prosesnya kita pakai mesin yang dipanaskan jadi kumannya itu sudah mati semua sih jadi aman untuk dipakai," pungkasnya.

Diketahui, produk kacamata dari PlusTik ini digencarkan dalam proyek #LihatDenganJernih dari Sprite. Senior Brand Manager PT Coca-Cola Indonesia, Fitriana Adhisti menyebutkan pihaknya ingin mengajak anak muda untuk berpartisipasi mengatasi permasalahan sampah dengan langkah nyata.

"Sprite ingin mengedukasi tentang bagaimana kita punya kontribusi terhadap solusi permasalahan sampah, kita menggandeng kolaborasi partner dengan Waste4Change juga PlusTik untuk mengedukasi masyarakat dan melibatkan anak muda milenial zaman sekarang tentang proses daur ulang, spesifiknya untuk botol kemasan jernih baru dari Sprite," ungkap Fitri.

Ia mengungkap Sprite berupaya mengajak dan menginspirasi generasi muda untuk tidak serta merta membuang botol habis pakai, tapi juga mengedukasi nilai manfaat dari sampah plastik yang bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna.

Adapun upaya itu dilakukan dalam kolaborasi bersama Waste4Change sebagai pihak yang akan mengumpulkan sampah serta PlusTik sebagai pengolah. Fitri menyebutkan, anak-anak muda bisa berpartisipasi untuk mulai mengumpulkan botol PET jernih kemasan baru Sprite untuk nantinya disalurkan ke PlusTik dan diolah menjadi suatu yang berguna dan bisa didonasikan yaitu kacamata.



Simak Video "Canggih! Facebook Luncurkan Kacamata Pintar"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)