Melanie Perkins di Balik Popularitas Canva

Perempuan Penguasa Teknologi

Melanie Perkins di Balik Popularitas Canva

Josina - detikInet
Sabtu, 06 Mar 2021 16:40 WIB
Melanie Perkins
Melanie Perkins (Foto: Twitter Canva)
Jakarta -

Ada berkah di balik pandemi COVID-19, salah satunya adalah aplikasi Canva yang sukses besar dan semakin populer penggunaannya. Hasilnya pendiri dan juga CEO Melanie Perkins telah dinobatkan sebagai wanita terkaya ranking tiga di Australia.

Tak hanya itu, Perkins juga jadi miliarder (dalam dolar AS) termuda di Negeri Kanguru. Startup Canva yang ia kendalikan saat ini bernilai USD 8,77 miliar usai mendapatkan pendanaan terkini senilai USD 87 juta dari beberapa investor termasuk Blackbird Ventures dan Sequoia Capital.

Pada bulan Oktober 2019, kekayaan Perkins diestimasi USD 1,3 miliar. Nah saat ini, hartanya diestimasi melonjak sampai USD 2,5 miliar atau di kisaran Rp 35 triliun.

Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Sabtu (6/3/2021) Perkins memulai Canva pada tahun 2013 dengan misi membuat platform desain tersedia bagi semua. Baik itu desain kartu nama, presentasi ataupun logo. Ia mendirikannya bersama sang tunangan, Cliff Obrecht.

Perkins masih remaja 19 tahun ketika ide platform desain terbersit di benaknya, kala ia dan Cliff mahasiswa di Perth. Waktu itu, ia merasa program desain dari Microsoft atau Adobe susah digunakan.

"Orang harus menghabiskan seluruh semester mempelajari di mana tombol-tombolnya dan hal itu rasanya sungguh konyol," kata Perkins, dikutip detikINET dari CNBC.

"Saya pikir di masa depan, semua itu akan menjadi online dan kolaboratif serta jauh lebih sederhana ketimbang tool yang berat itu," tambah dia.

Tahun 2010, Perkins diundang ke San Francisco oleh investor Bill Tai untuk mempresentasikan idenya tentang Canva. Bill puas dan menghubungkannya dengan beberapa orang penting.

Pasangan muda itu berhasil memukau investor dengan ide Canva dan sudah punya tim sendiri. Tahun 2012, jajaran pimpinan ditambah oleh satu co founder lain, Cameron Adams.

Pada pendanaan tahap perdana, perusahaan menerima USD 1,5 juta. Pada tahun 2013, meluncurlah Canva untuk publik. Seiring berjalannya waktu, Canva berhasil menarik minat banyak pengguna karena mudah dipakai dan berkualitas, sampai sekarang.

Apakah detikers juga pengguna Canva?



Simak Video "Pentingnya 'Tiga Detik Pertama' Bagi Branding Produk"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)