Bos Telegram Sindir Kebijakan Baru WhatsApp

Bos Telegram Sindir Kebijakan Baru WhatsApp

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 10 Jan 2021 11:06 WIB
pavel durov
Bos Telegram Sindir Kebijakan Baru WhatsApp. Foto: Instagram @durov
Jakarta -

Kebijakan baru WhatsApp yang membagi data kepada Facebook disindir CEO Telegram Pavel Durov. Menurutnya, langkah tersebut sama artinya dengan tidak menghormati privasi pengguna.

Seperti diketahui, terhitung mulai 8 Februari 2021, pengguna di seluruh dunia mendapat kebijakan baru WhatsApp untuk menyetujui berbagi data dengan Facebook. Jika tidak, maka konsekuensinya pengguna menghapus akun WhatsApp.

"Jutaan orang marah dengan kebijakan baru WhatsApp, yang sekarang mengharuskan pengguna memasukkan semua data pribadi mereka ke mesin iklan Facebook. Tidak mengherankan jika banyak pengguna beralih dari WhatsApp ke Telegram, yang sudah berlangsung beberapa tahun, semakin cepat," tutur Pavel dalam sebuah channel di Telegram.

Saat ini, Telegram bukan lagi sebagai layanan pesan instan ecek-ecek. Sebab, Telegram sudah memiliki 500 juta pengguna dan angka itu terus berkembang, yang mana menjadi masalah utama bagi perusahaan grup Facebook.

Pavel bahkan mendapati kabar bahwa Facebook memiliki divisi untuk mengusut mengapa Telegram bisa tumbuh pesat. Pria yang hobi berpakaian serba hitam ini mengatakan dengan lugas jawabannya.

"Saya dengan senang hati bisa menghemat puluhan juta dollar uang Facebook dan memberikan rahasia kami secara gratis: hormati pengguna Anda," ucap Pavel.

Diberitakan sebelumnya, usai mengetahui ada kebijakan baru WhatsApp, pengguna merasa kecewa dengan aturan tersebut dan mengancam pindah ke layanan pesan instan lainnya, salah satunya Telegram.

Pengguna juga membanding-bandingkan WhatsApp dengan rivalnya, Telegram. Bahkan, hashtag Telegram sempat riuh di linimasa Twitter dan bertengger di deretan trending topic Twitter Indonesia waktu itu.

Tiga poin utama dalam kebijakan baru WhatsApp ini mempengaruhi bagaimana WhatsApp memproses data pengguna, bagaimana bisnis bisa menggunakan layanan yang dihosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola isi percakapan. Dan bagaimana WhatsApp akan bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di produk-produk mereka.



Simak Video "Saran WhatsApp Bagi Pengguna yang Menolak Kebijakan Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)