AI Google Bisa Ubah Halaman Website Jadi Video

AI Google Bisa Ubah Halaman Website Jadi Video

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 31 Okt 2020 14:35 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
AI Google Bisa Ubah Halaman Website Jadi Video (Foto: Arnd WIegmann/Reuters)
Jakarta -

Para peneliti di Google mengembangkan sistem artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dapat secara otomatis mengubah halaman website menjadi video pendek.

Sistem AI bernama URL2Video ini mengekstrak aset seperti teks, gambar, dan gaya desainnya termasuk font, warna, tata letak grafis dari sumber HTML serta mengaturnya ke dalam urutan pengambilan gambar. Selain itu, tampilan dan nuansa halaman website juga dipertahankan saat diubah menjadi video.

Dikutip dari Venture Beat, Sabtu (31/10/2020) Google membayangkan sistem ini dapat berguna untuk bisnis yang menghosting website yang kaya visual terutama yang berkaitan dengan layanan atau produk mereka.

Aset ini, kata Google, dapat dimanfaatkan lagi untuk video yang bisa digunakan untuk menjangkau pemirsa yang lebih luas. Pembuatan video sendiri tidak murah, biasanya berkisar antara USD 880 hingga USD 1.200 (sekitar Rp 11 juta - 17 juta) dan memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk memproduksinya.

URL2Video secara otomatis memilih konten utama dari halaman dan memutuskan presentasi temporal dan visual setiap aset. Presentasi ini berasal dari sekumpulan heuristik yang diidentifikasi melalui studi dengan desainer.

Sistem kemudian mentransfer tata letak elemen ke dalam rasio aspek video dan menerapkan pilihan gaya termasuk font dan warna, menyesuaikan waktu penyajian aset, dan merender konten menjadi video MPEG-4.

"Dengan menggunakan informasi ini, URL2Video mengurai halaman web, menganalisis konten, memilih teks atau gambar yang menonjol secara visual, dan mempertahankan gaya desain, yang diaturnya sesuai dengan spesifikasi pengguna," kata Google.

Disebutkan Google, URL2Video akan secara efektif mengekstrak elemen dari sebuah halaman website. Sistem ini juga akan mendukung desainer web dengan melakukan bootstrap pada proses pembuatan video.

"Sejauh ini penelitian kami masih berfokus pada presentasi visual. Kami sedang mengembangkan teknik baru yang nantinya juga akan mendukung trek audio dan sulih suara dalam pengeditan video," tulis ilmuwan riset Google Peggy Chi dan Irfan Essa dalam sebuah postingan blog.

"Secara keseluruhan, kami membayangkan masa depan di mana pembuat konten akan fokus pada pengambilan keputusan tingkat tinggi dan model ML secara interaktif yang menyarankan pengeditan temporal dan grafis mendetail untuk pembuatan video akhir di berbagai platform," tutup mereka.



Simak Video "Hukuman Denda Rp 362 Miliar dari Turki untuk Google"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)