Twitter Akan Tindak Cuitan yang Berharap Trump Meninggal Dunia

ADVERTISEMENT

Twitter Akan Tindak Cuitan yang Berharap Trump Meninggal Dunia

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 03 Okt 2020 11:03 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Twitter Akan Tindak Cuitan yang Berharap Trump Meninggal Dunia Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia terinfeksi virus Corona jagad Twitter langsung ramai. Bahkan ada beberapa pengguna yang secara terbuka berharap bahwa ia meninggal akibat COVID-19.

Twitter mengatakan cuitan seperti ini melanggar kebijakan mereka. Secara spesifik, cuitan tersebut melanggar aturan di bawah kebijakan Abusive Behavior yang melarang konten yang berharap seseorang meninggal dunia, mengalami cedera tubuh yang serius, atau penyakit yang fatal.

Dalam cuitannya, Twitter akun yang melanggar aturan ini tidak akan ditangguhkan secara otomatis. Tapi cuitan tersebut harus dihapus dan akun yang melanggar aturan akan masuk ke mode 'read only'.

"Cuitan yang menginginkan atau mengharapkan kematian, cedera tubuh yang serius atau penyakit fatal terhadap *siapa pun* tidak diperbolehkan dan harus dihapus," tulis akun TwitterComms dalam cuitannya, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (3/10/2020).

"Ini tidak berarti penangguhan secara otomatis," sambungnya.

Twitter mengatakan tidak akan menindak semua cuitan. Perusahaan berlogo burung ini akan memprioritaskan penghapusan konten yang berisi ajakan yang berpotensi menyebabkan bahaya di dunia nyata.

Selain Twitter, juru bicara Facebook secara terpisah mengatakan bahwa platform mereka juga akan menghapus konten yang berharap Trump meninggal dunia, termasuk komentar dan unggahan yang men-tag nama Trump.

"Untuk lebih jelas, kami menghapus ancaman pembunuhan atau konten yang ditargetkan langsung ke presiden yang mengharapkan kematiannya, termasuk komentar di postingan atau halamannya - termasuk konten yang menandai dirinya," kata juru bicara Facebook Liz Bourgeois.



Simak Video "Elon Musk Berencana Izinkan Donald Trump Balik ke Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT