Topeng Virus Corona Dijual untuk Halloween dan Diprotes

Topeng Virus Corona Dijual untuk Halloween dan Diprotes

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 01 Okt 2020 17:47 WIB
Topeng Corona
Topeng Corona yang dilarang penjualannya. Foto: Amazon
London -

Topeng berwujud virus Corona yang menyeramkan dijual di toko online menjelang Halloween. Tapi otoritas meminta pemasaran topeng semacam itu segera dihentikan karena dianggap kurang patut di tengah masih tingginya kasus positif Corona.

Topeng bersangkutan antara lain dipasarkan di Inggris melalui situs Amazon. Berbahan latex dan banderol sekitar 30 poundsterling, topeng itu menyerupai ilustrasi menakutkan virus Corona yang banyak beredar.

Penjualnya kebanyakan berbasis di China dan mereka mengklaim, topeng bersangkutan cocok dipakai oleh orang dewasa maupun para remaja. "Topeng ini akan sangat berkesan jika dipakai pada saat Halloween," demikian tulis salah satu promosi yang tertera.

"Topeng ini dapat menarik perhatian orang-orang jika Anda pakai pada saat pesta. Pakai topeng ini, maka lebih banyak wanita akan tertarik pada Anda," tulis yang lain.

Penjualan topeng ini banyak menuai kritikan. "Saya harap segera dihapus saja. Saya tidak ragu mayoritas orang akan menilainya tidak patut dan saya tidak bisa membayangkan ada orang yang mau memakainya," kata Rachel Power selaku direktur Patients Association.

Pihak Amazon untungnya cepat bertindak. Mereka segera melarang penjualan masker berwujud virus Corona semacam itu dan juga menghapus listing yang telah ada di situsnya karena dinilai telah melanggar peraturan yang ada.

"Seluruh penjual harus mengikuti panduan penjualan kami dan mereka yang tidak melakukannya akan ditindak termasuk potensi akun mereka dihapus. Produk-produk itu sudah diturunkan," kata juru bicara Amazon seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, Kamis (1/10/2020).

Inggris sendiri masih cukup kewalahan menghadapi virus Corona sehingga melarang perkumpulan yang dihadiri banyak orang, termasuk event Halloween disarankan tidak dirayakan dengan berlebihan.



Simak Video "Cara Pengusaha Hotel Pertahankan Bisnisnya saat Dihajar Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)