Rusia Kebut Vaksin Corona Malah Bikin Curiga

Rusia Kebut Vaksin Corona Malah Bikin Curiga

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 07 Agu 2020 05:20 WIB
Covid-19: Rusia siapkan vaksinasi massal pada Oktober di tengah tudingan pencurian riset vaksin
Pembuatan vaksin Corona (Foto: BBC World)
Jakarta -

Rusia sesumbar vaksin Corona buatan perusahaan di negerinya sudah siap dan segera menggelar vaksinasi massal pada bulan Oktober. Begitu cepatnya proses pembuatan vaksin ini tak urung mengundang rasa skeptis dan curiga dari berbagai pihak.

Menkes Rusia Mikhail Murashko telah mengklaim jika uji klinis kandidat vaksin Corona dari Gamaleya Institute yang berbasis di Moskow telah selesai. Hasilnya adalah muncul respons imun terhadap Corona dan tidak ada efek sampingnya.

Sekarang sedang diusahakan proses persetujuan. Pihak pertama yang bakal divaksin Corona adalah para dokter dan guru, kemudian berlanjut ke publik di bulan Oktober. Kementerian Perdagangan Rusia berharap dapat memproduksi jutaan dosis vaksin Corona tiap bulan di 2021.

Jika berjalan sesuai rencana, Rusia bisa jadi negara pertama yang melakukan vaksinasi massal pada warganya. "Ini adalah momen Sputnik bagi banyak orang yang tak mengira Rusia menjadi yang pertama," cetus Kirill Dmitriev, CEO Russian Direct Investment Fund.

Negara lain masih berancang-ancang memproduksi vaksin Corona atau malah masih dalam tahap uji coba. Maka tak heran jika klaim Rusia diragukan, salah satu oleh penasehat kesehatan Gedung Putih, Dr Anthony Fauci. Ia curiga tak hanya pada vaksin Corona dari Rusia, tapi juga China.

"Saya harap China dan Rusia benar-benar telah menguji coba vaksin itu sebelum mereka memberikannya pada siapapun," kata Fauci yang dikutip detikINET dari CNBC.

"Saya tidak percaya akan ada vaksin yang jauh lebih cepat dari punya kita, sehingga kita harus bergantung pada negara lain untuk mendapatkannya," tambah Fauci.

Lantaran diragukan, vaksin Corona asal Rusia itu mungkin takkan begitu laku. Inggris telah mengindikasikan mereka akan menolaknya karena tidak yakin dengan proses yang dilakukan Rusia. Terlebih Rusia tidak membeberkan data ilmiah soal kemanjuran atau keamanannya.

Rusia mencatatkan angka infeksi Corona tertinggi keempat dunia dengan 854 ribu orang positif. Sedangkan angka kematian mencapai sekitar 600 ribu. Tak heran jika mereka menggeber pengembangan vaksin Corona.



Simak Video "100 Juta Dosis Vaksin Corona Potensial Sudah Dipesan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)