Klaster SCBD dan Perkantoran Bikin Netizen Khawatir

Klaster SCBD dan Perkantoran Bikin Netizen Khawatir

Tim - detikInet
Selasa, 28 Jul 2020 15:45 WIB
Gedung tinggi di kawasan SCBD dan Gatot Subroto Jakarta dilihat dari Wisma PMI, Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2016)
Klaster SCBD dan Perkantoran Bikin Netizen Khawatir (Foto: Ilustrasi gedung perkantoran SCBD/Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 68 perkantoran di DKI Jakarta menjadi klaster virus Corona, salah satunya klaster SCBD. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebutkan ada 440 pekerja positif COVID-19 diisolasi dari klaster tersebut. Hal ini ramai diperbincangkan netizen di media sosial.

Kebanyakan dari netizen yang sama-sama merupakan orang kantoran, cemas jangkauan klaster bisa lebih melebar jika tidak ada tindak lanjut lebih serius, apalagi buat mereka yang berkantor di wilayah Sudirman Central Business District (SCBD).

Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia menjelaskan, 68 perkantoran yang menjadi klaster virus Corona merupakan data yang berasal dari 'Analisis Data Cluster Perkantoran Jakarta' sejak PSBB tahap I hingga PSBB transisi yakni (26/7).

Total, ada 440 karyawan yang positif terinfeksi virus Corona dari 68 perkantoran itu. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa perkantoran yang tempatnya sudah bersih dari penyebaran virus Corona.

"68 (perkantoran) itu di tanggal 26 Juli, itu dari awal ya, jadi ada tentu yang kantor-kantor yang sudah selesai. Karena sudah behasil memutus rantai penularan, yang reaktif kita langsung (isolasi), sehingga tidak menularkan atau tidak berkembang penularan ke orang lain," ujarnya, dihubungi detikNews, Selasa (28/7/2020).

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, 440 karyawan ketika diketahui positif terinfeksi COVID-19 langsung diisolasi. Kebanyakan karyawan yang terpapar COVID-19 menjalani isolasi mandiri di rumah karena tidak memiliki gejala.



Simak Video "Direktur Perusahaan di SCBD Diciduk karena Pesan Ganja dari Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)