TikTok Siapkan Rp 2,9 Triliun untuk Bayar Kreator Konten

TikTok Siapkan Rp 2,9 Triliun untuk Bayar Kreator Konten

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 24 Jul 2020 11:44 WIB
Logo TikTok
TikTok Siapkan Rp 2,9 Triliun untuk Bayar Kreator Konten Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

TikTok menyiapkan dana sebesar USD 200 juta (Rp 2,9 triliun) untuk membayar kreator konten di platform-nya. Program yang disebut TikTok Creator Fund ini juga digunakan untuk menarik talenta baru.

Dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (24/7/2020) dana ini ditujukan untuk mendukung kreator ambisius yang ingin mendapatkan uang tambahan dari aplikasi video pendek ini.

Ini pertama kalinya TikTok akan membayar kreator secara langsung untuk konten yang mereka buat. Sebelumnya kreator di TikTok bisa memonetisasi live stream yang mereka siarkan, tapi program baru ini akan membayar mereka langsung setelah membuat video.

"Lewat TikTok Creator Fund, kreator kami akan bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang mencerminkan waktu, perhatian dan dedikasi yang mereka berikan untuk terhubung secara kreatif dengan audiens yang terinspirasi oleh ide-ide mereka," kata General Manager TikTok Vanessa Papas dalam blog yang dirilis.

Untuk bisa mengikuti program ini, kreator harus berusia 18 tahun ke atas, konsisten mengunggah video original ke TikTok dan membuat konten yang mengikuti panduan komunitas yang ada. Kreator juga harus memiliki followers dalam jumlah minimal tertentu, tapi TikTok tidak menjelaskan angka yang spesifik.

Kreator yang berbasis di Amerika Serikat bisa mulai mendaftar pada bulan Agustus mendatang. Aplikasi buatan ByteDance ini mengatakan program ini akan diperluas secara global tapi mereka tidak mengatakan kapan ekspansi ini akan dilakukan.

Kreator akan menerima pembayaran secara reguler selama setahun ke depan, dan dana total yang ditetapkan TikTok akan terus meningkat setiap waktunya. Tapi TikTok tidak mengonfirmasi apakah mereka akan membatasi jumlah kreator yang menerima pendanaan ini.

Ini bukan pertama kalinya TikTok membayar kreator untuk kontennya. Pada akhir Mei lalu, mereka meluncurkan Creative Learning Fund dengan dana sebesar USD 50 juta untuk guru yang membuat konten di platform-nya.

Program ini tentu diharapkan TikTok bisa membantu posisinya di mata regulator AS yang sedang berupaya untuk mencekal mereka. TikTok belakangan ini juga mengubah perusahaannya menjadi lebih Amerika-sentris dengan kampus di Los Angeles, memiliki CEO asal AS dan rencana untuk mempekerjakan 10.000 orang di AS.



Simak Video "TikTok Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Privasi Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)