Teknologi ICU Virtual Minimalkan Kontak Langsung di Rumah Sakit

Teknologi ICU Virtual Minimalkan Kontak Langsung di Rumah Sakit

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 10 Jul 2020 09:40 WIB
Intel
Teknologi ICU Virtual Minimalkan Kontak Langsung di Rumah Sakit. Foto: Intel
Jakarta -

Rumah sakit menghadapi tantangan berat di tengah pandemi, salah satunya tuntutan untuk meningkatkan kapasitas ruang ICU namun sambil tetap meminimalkan kontak langsung. Intel menjawab kondisi ini dengan ICU virtual. Seperti apa?

Para staf medis memerlukan data untuk melakukan intervensi secara efektif. Namun semua data pasien terikat pada perangkat medis di samping tempat tidur dan dikunci dalam format eksklusif yang tidak mudah diintegrasikan satu sama lain.

Nah, sebuah platform bernama Sickbay yang dibesut Medical Informatics Corp. (MIC) bekerja sama dengan Intel, mengubah tempat tidur pasien menjadi ICU virtual yang bisa dipantau dari jarak jauh.

Karenanya, teknologi ini melindungi pekerja kesehatan dari risiko terpapar virus dengan jarak klinis. ICU virtual saat ini sudah digunakan di Methodist Houston Hospital, Texas, Amerika Serikat.

"Hal terpenting dari ICU virtual adalah mengutamakan tak hanya keselamatan pasien tetapi juga tenaga medis," kata Santosh Viswanathan selaku Managing Director Intel APJ Territory dalam wawancara via video conference dengan detikINET.

"ICU virtual pada dasarnya adalah sebuah ruangan yang memonitor semua masalah terkait ruang ICU. Petugas kesehatan melihat semua data pada deretan monitor, dan mereka hanya akan mengunjungi pasien ketika ada data yang aneh dan perlu ditangani segera," sambungnya.

Selain meminimalkan kontak langsung antara pasien dan petugas kesehatan, platform Sickbay juga memperluas kapasitas ruang perawatan rumah sakit secara signifikan.

Satu penyedia untuk perawatan jarak jauh bisa menangani hingga 100 pasien dalam satu dashboard atau ICU virtual, dan/atau membuat pembulatan virtual kondisi pasien dari ruang konferensi, kantor atau rumah, pada perangkat apa pun.

Fleksibilitas ini membantu rumah sakit dengan cepat meningkatkan kapasitas staf, termasuk staf yang sedang dikarantina dalam mengawasi pasien, dan membantu rumah sakit menyelamatkan lebih banyak nyawa baik dari pasien maupun petugas kesehatan.

Dijelaskan Santosh, tampilan ruang monitor ICU virtual menggabungkan semua data dari beberapa perangkat medis, termasuk ventilator dan monitor jantung dari vendor yang berbeda-beda untuk memastikan bahwa semua anggota tim perawatan memiliki data yang mereka butuhkan untuk mengambil tindakan.

"Pada ICU umumnya petugas medis harus sering-sering mengecek pasien. Hal ini tak hanya merepotkan dan membahayakan bagi pasien tetapi juga tenaga medis, terutama di masa pandemi seperti sekarang yang mengharuskan kontak langsung seminimal mungkin. Jadi ini benar-benar mengubah apa yang bisa dilakukan ruang ICU di rumah sakit," simpulnya.

Sickbay adalah satu-satunya platform monitoring dan analitik klinis terukur yang dibuat untuk ruangan ICU. Platform pemantauan dan analisis berbasis software ini adalah vendor-agnostic, berintegrasi mulus dengan semua perangkat medis yang digunakan rumah sakit.

Didukung prosesor Intel Xeon, platform Sickbay menampilkan visualisasi dan analisis data yang bisa diakses dari banyak perangkat, tak hanya PC, tapi juga tablet dan ponsel yang terhubung.

Sekali digunakan, Sickbay akan mendukung berbagai keputusan perawatan medis berbasis bukti yang menyediakan data real time di semua perangkat terhubung dan terintegrasi ke dalam satu tampilan, sehingga membantu tim perawatan memberikan penanganan pada pasien.



Simak Video "Intel Daftarkan Lisensi Khusus Demi Pasok Huawei"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)