Belajar di Rumah, Siswa Habiskan 1 GB per Hari

Belajar di Rumah, Siswa Habiskan 1 GB per Hari

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 01 Jul 2020 22:10 WIB
Salah satu metode belajar online di saat sekolah diliburkan untuk pencegahan Corona (dok. Istimewa)
Belajar online di rumah saat sekolah diliburkan untuk pencegahan Corona (dok. Istimewa)
Jakarta -

Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa Pandemi COVID-19 menemui banyak keluhan. Salah satunya kuota data yang banyak dihabiskan saat proses belajar di rumah.

Tidak dipungkiri selama ini proses belajar mengajar dilakukan lewat video conference. Setiap hari siswa harus menghadiri 4-5 sesi, jadi bisa dibayangkan berapa banyak kuota yang dihabiskan.

"Kami sempat melakukan riset, saat murid mengikuti video call untuk lima pelajaran menghabiskan 1 GB per hari," ungkap Mohammad Fachri, Chief Technology Officer Gredu.

Mengacu pada hasil riset tersebut, artinya dalam sebulan seorang siswa butuh kurang lebih kuota data hingga 30GB. Dengan kuota sebesar itu, para orang tua harus merogoh kocek sekitar Rp 200 ribu untuk membelinya.

Dana sebesar itu untuk belajar di rumah mungkin akan menjadi beban tambahan bagi para orang tua yang tengah mengalami kesulitan ekonomi saat pandemi sekarang ini.

Kendala lainnya harus dihadapi PJJ adalah internet kencang yang belum merata di Indonesia sehingga siswa sulit mengikuti sesi video conference. Ditambah lagi ketersediaan device.

GreduChief Creative and Operation Gredu Ricky Putra (kiri) dan Chief Technology Officer Gredu Mohammad Fachri (kanan) Foto: screenshot/detikINET

"Sering kita dengar orang tua harus rebutan notebook dengan anaknya. WhatsApp para orang tua isinya pelajaran sekolah anak," ujar Ricky Putra Chief Creative and Operation Gredu.

Dilatarbelakangi itulah Gredu mencoba menghadirkan solusi yang memudahkan proses PJJ. Alih-alih menggunakan video conference, Gredu menyodorkan platform kelas interaktif hemat kuota.

"Dalam sebulan hanya dibutuhkan 10 GB. Itu pun bisa kurang bila tidak mendownload video materi," kata Fachri.

Platform Gredu dapat diakses siswa di ponsel lewat aplikasi. Pun begitu metode tersebut diklaim tidak mengurangi interaksi antara guru dan siswa.

"Ada opsi paham, kurang paham dan tidak paham, sehingga guru tahu perkembangan siswa. Guru pun mengetahui apakah materi yang diberikan sudah didownload dan dibaca siswa," terang Fachri.

Para orang tua pun dijanjikan dapat mengikuti perkembangan pembelajaran serta aktivitas yang dilakukan anak-anaknya ketika belajar di rumah.



Simak Video "Waka DPRD DKI Kritik Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh Menteri Nadiem"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)