3 Fitur Baru Google Ingin Mudahkan Penyandang Disabilitas

3 Fitur Baru Google Ingin Mudahkan Penyandang Disabilitas

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 23 Mei 2020 19:25 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
3 Fitur Baru Google Ingin Mudahkan Penyandang Disabilitas. Foto: Ilustrasi Google/Arnd WIegmann/Reuters
Jakarta -

Google berupaya memprioritaskan agar internet lebih bermanfaat dan lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Karena itulah dirilis fitur-fitur baru.

Pekan ini, bersamaan dengan peringatan Hari Kesadaran Aksesibilitas Global, Google mengumumkan fitur-fitur baru yang diharapkan akan membawa perubahan dalam kehidupan para penggunanya. Berikut ini adalah tiga fitur terbaru yang memudahkan para penyandang disabillitas.

1. Action Blocks

Google ingin memudahkan para penyandang disabilitas kognitif agar lebih mudah melakukan kegiatan sehari-hari di Android, mulai dari menghubungi kerabat lewat panggilan video, hingga melihat prakiraan cuaca.

Action Blocks merupakan sebuah aplikasi yang menyediakan akses mudah untuk melakukan tindakan-tindakan rutin melalui satu tombol yang bisa disesuaikan di layar utama.

Pengguna cukup meluncurkan Action Blocks dan memilih aktivitas yang telah disediakan, lalu memilih gambar untuk tombolnya, dan meletakkannya di layar utama.

Fitur GoogleFitur Action Blocks.

2. Transkripsi Instan

Pada Februari 2019, Google meluncurkan Transkripsi Instan. Fitur ini menyajikan teks dari audio secara gratis dan instan untuk memungkinkan percakapan sehari-hari antara orang yang tidak bisa mendengar, mengalami gangguan pendengaran, dan yang pendengarannya normal.

Pada Hari Kesadaran Aksesibilitas Global bulan ini, Google mengumumkan update mayor yang ketiga untuk Transkripsi Instan, meliputi kemampuan untuk membuat ponsel bergetar saat nama si pengguna disebut, opsi untuk menambahkan sendiri kata, nama tempat, dan nama benda ke Transkripsi Instan termasuk kata-kata yang jarang ada di kamus, serta fitur penelusuran dalam transkripsi yang disimpan pengguna.

3. Amplifier Suara

Amplifier Suara diluncurkan untuk membuat audio di smartphone Android lebih jernih dengan memperkeras suara yang lemah tanpa membuat suara yang sudah keras menjadi terlalu keras, dengan pengaturan personalisasi untuk mengatur preferensi.

Sekarang, Google memperkenalkan kemampuan untuk menggunakan Amplifier Suara sebagai amplifier portabel dengan headphone Bluetooth, sehingga pengguna bisa meletakkan perangkat di dekat sumber suara dan memperkeras suaranya tanpa mengganggu orang lain, serta sebagai alat untuk memperkeras suara dari aplikasi lain di perangkat Pixel seperti YouTube dan Spotify.

Fitur GoogleFokus menjadikan edukasi jarak jauh bisa diakses penyandang disabilitas.

Selain tiga fitur tersebut, Google juga fokus menjadikan edukasi jarak jauh bisa diakses sebanyak mungkin pengguna, termasuk para penyandang disabilitas.

"Dengan pandemi COVID-19 yang memaksa semakin banyak orang untuk belajar dari rumah, Hari Kesadaran Aksesibilitas Global juga merupakan peluang untuk berfokus menjadikan edukasi jarak jauh seinklusif mungkin dan menyoroti fitur-fitur aksesibilitas yang tersedia bagi siswa, pengajar, orang tua, dan developer yang menggarap teknologi edukasi," kata Google dalam keterangan resminya.

Situs Mengajar dari Rumah Google misalnya, memiliki Panduan untuk Wali khusus bagi anak-anak penyandang disabilitas yang harus belajar dari rumah karena penutupan sekolah di tengah pandemi.

Situs A11y Project menyediakan panduan bagi para developer teknologi asistif serta daftar dan link untuk alat seperti pembaca layar. Sementara itu, Guardian's Guide to Accessibility (Panduan Aksesibilitas untuk Wali) membantu para orang tua dan wali untuk belajar cara menggunakan solusi aksesibilitas seperti fitur dikte.

Selain referensi-referensi ini, Google pun membagikan berbagai tips dan alat praktis yang bisa membantu siswa penyandang disabilitas mengatasi tantangan mereka dalam menjalani pembelajaran jarak jauh.

Disebutkan Google, mereka akan terus bekerja sama dengan para pendidik dan pihak keluarga untuk membantu memastikan kegiatan sekolah bisa diakses, memuaskan, dan menyenangkan bagi para siswa, apa pun kondisi mereka, selama wabah COVID-19 ini dan untuk seterusnya.

Internet, menurut Google, hanya akan bermanfaat bagi semua orang jika bisa juga digunakan oleh orang-orang yang hidup dengan disabilitas.

"Kami memang telah berhasil melangkah jauh dalam mengembangkan teknologi, alat, dan aplikasi yang bersifat inklusif, namun masih banyak yang perlu dilakukan. Dan mengembangkan aksesibilitas di dunia online akan terus menjadi prioritas dalam segala upaya kami," tutup Google.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)