Investigasi di Dark Web Temukan Ratusan 'Vaksin dan Obat' COVID-19

Investigasi di Dark Web Temukan Ratusan 'Vaksin dan Obat' COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 04 Mei 2020 22:46 WIB
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges.
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: ThinkStock)
Jakarta -

Ratusan penjualan 'vaksin, obat antivirus dan alat perlindungan diri (APD)' dari COVID-19 ditemukan oleh Australian Institute of Criminology (AIC) di dark web atau darknet. Mereka pun menemukan 224 daftar dari 110 vendor yang konon berasal dari China, Amerika Serikat, dan Australia.

Karena banyaknya negara yang kekurangan pelindung diri, tidak mengherankan bahwa masker K95 menjadi yang paling banyak dijual, sebagaimana ditulis Guardian.

"Kami menemukan hampir setengahnya, 45% (dari produk terkait virus Corona -- red), adalah APD. Banyak masker operasi, banyak masker K95," ucap Profesor Rod Broadhurst dari Australian National University.

Masker, sanitizer, dan sarung tangan adalah yang paling umum, diikuti APD, alat diagnosis, alat rapid test, dan thermoscanner. Sekitar sepertiga dari daftar ialah obat-obatan.

Dari daftar obat itu, ada juga obat yang dipercaya sebagai penawar efektif virus Corona oleh Presiden AS Donald Trump, yaitu chloroquine dan hydroxycloroquine. Harganya pun beberapa kali lebih tinggi daripada obat yang sama ketika dibeli dengan resep di Australia.

Studi ini tidak mengamati lebih lanjut apakah penjualan ini merupakan penipuan. Lebih lanjut, Broadhurst hanya berkomentar ia menemukan barang yang 'sangat aneh' dan menarik di dalamnya.

"Kami tahu banyak hal ini mungkin akan menjadi omong kosong, tetapi bisa jadi akan ada banyak barang asli juga," lanjutnya.

Namun sebagai catatan nih, detikers, WHO menyebutkan ada 6 calon vaksin sedang dalam tahap uji klinik pada manusia. Dalam laporan 'DRAFT landscape of COVID-19 candidate vaccines', WHO mencatat bahwa per 23 April 2020 sudah ada 6 kandidat vaksin virus Corona yang sudah dalam tahap uji coba pada manusia.

Nah, calon vaksin ini ada di Amerika, China dan Inggris. Selain itu ada 77 calon vaksin lain di berbagai negara yang masih dalam pengembangan awal. Kalau detikINET sih mendingan sabar menunggu vaksin Corona yang sudah jelas diverifikasi deh, kalau kamu?



Simak Video "Kabar Data Bocor, Bhinneka.com Sarankan Pengguna Lakukan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)