Hasil Analisis Perubahan Penggunaan Internet Efek dari Pandemi Corona

Hasil Analisis Perubahan Penggunaan Internet Efek dari Pandemi Corona

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 22 Apr 2020 17:23 WIB
Ilustrasi Corona
Dampak kepada penguna internet saat wabah Corona. (Foto: Ilustrasi Corona)
Jakarta -

Ada perubahan yang terjadi selama masa pandemi Corona termasuk soal perilaku dalam berinternet. Head of High Tech, Property & Consumer Good Industry at MARKPLUS, INC, Rhesa Dwi Prabowo menjabarkannya dalam video conference Industry Roundtable.

"Ada tiga hal pertama ingin memahami dampak COVID-19 terhadap industri dan saya ingin eksplor sebelum dan sesudah terjadinya pandemi Corona. Ada 124 responden dengan 58,1% berasal dari Jabodetabek," tuturnya.


Berikut ini adalah sejumlah hal yang menjadi hasil analisis yang bisa dijelaskan:

1. Perubahan penggunaan video call

Sebanyak 31,4% masyarakat mengalami kenaikan penggunaan video call selama masa pandemi. Meski begitu, mayoritasnya mengaku menggunakan free internet call seperti WhatsApp Call.

"Di masa pandemi sebelumnya juga sudah sering digunakan tapi ada kenaikan signifikan sebelum. Lalu, ternyata 36,6% peningkatannya di luar Jabodetabek, jadi sudah mulai swift videocall untuk komunikasi baik urusan profesional atau tidak," ujarnya.

2. Streaming film

"Online video conference naik 33,5% saat pandemi, sama halnya online video atau movie streaming dari 76,6% menjadi 85,5%," sambung Rhesa.

3. Perubahan hal yang dicari saat memakai internet

Jika sebelum COVID-19 merebak urutan yang dicari masyarakat saat memakai suatu jaringan adalah kualitas jaringan, harga yang terjangkau dan bundling menarik, kini urutannya berubah.

Setelah wabah COVID-19, ada pertimbangan yakni yaitu kualitas jaringan, harga yang murah, disusul kecepatan jaringan. Namun yang menarik, terjadi peningkatan sebesar 12,1% untuk pertimbangan kecepatan jaringan, 5,7% soal urusan harga, dan 1,6% untuk kualitas jaringan.

4. Pemilihan harga kuota internet

"14,5% kuota di atas 150 ribu per bulan menjadi 19,4%, sebanyak 88,7% responden mengaku akan menggunakan kuota yang sebelumnya, namun ada 11% yang sepertinya akan membuat behaviour baru (tetap memakai kuota di atas Rp 150 ribu -- red)," katanya.


Nah terakhir detikers, Rhesa menyimpulkan bahwa peningkatan penggunaan internet tidak dapat dihindari. Stabilitas internet pun tak dimungkiri menjadi krusial. Kendati begitu, pelanggan kemungkinan akan kembali ke kebiasaan terdahulu mereka sebelum pandemi Corona.

"Kedua peningkatan service sangat penting karena work from home kemungkinan akan diperpanjang untuk memaksimalkan usaha memutus mata rantai COVID-19, maka kami menganggap network quality akan banyak dipilih yang stabil," tutupnya.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)