Twitter Makin Tegas Tindak Hoax Seputar Virus Corona

Twitter Makin Tegas Tindak Hoax Seputar Virus Corona

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 19 Mar 2020 18:15 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Twitter Makin Tegas Tindak Hoax Seputar Virus Corona (Foto: Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta -

Twitter akan makin tegas menindak hoax dan misinformasi seputar virus corona yang menyebar di platform-nya. Perusahaan media sosial tersebut akan menghapus cuitan yang justru mendorong penyebaran virus corona.

Berdasarkan kebijakan baru tersebut, Twitter akan menghapus cuitan yang tidak sejalan dengan rekomendasi otoritas kesehatan global dan lokal. Cuitan yang mendorong digunakannya pengobatan yang tidak efektif atau berbahaya juga akan ditindak.

Dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (19/3/2020) contoh cuitan yang dihapus oleh Twitter dalam aturan ini seperti cuitan yang mengklaim bahwa social distancing tidak efektif.

Twitter juga akan meminta pengguna untuk menghapus cuitannya jika merekomendasikan sesuatu yang berbahaya seperti minum pemutih, walaupun cuitan tersebut hanya bercanda karena bisa berbahaya jika dilihat di luar konteks.

Twitter juga akan menghapus cuitan yang mengajak banyak orang untuk tidak menuruti saran otoritas kesehatan. Misalnya cuitan yang mengatakan bahwa, "virus corona itu tidak nyata, keluar dan kunjungi bar terdekat".

Cuitan dari orang-orang yang mengaku sebagai dokter dan ahli juga akan dihapus. Pengguna Twitter juga dilarang membuat klaim bahwa ras dan kebangsaan tertentu lebih rawan atau justru kebal terhadap virus corona. Seperti cuitan John McAfee yang mengatakan orang kulit hitam kebal terhadap virus corona.

Juru bicara Twitter mengatakan saat ini mereka bekerja dengan mitra pihak ketiga untuk mengidentifikasi kebenaran klaim-klaim tersebut. Twitter juga menggunakan machine learning untuk melawan misinformasi virus corona.

Kebijakan baru ini datang setelah Twitter bersama perusahaan media sosial lainnya seperti Facebook, Google dan YouTube meluncurkan komitmen bersama untuk memerangi penipuan dan misinformasi seputar virus corona.



Simak Video "Netizen Cemas Corona, #Indonesia_LockdownPlease Menggema"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)