Pendiri Google: Silicon Valley Bisa Kalah dari China

Pendiri Google: Silicon Valley Bisa Kalah dari China

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 02 Mar 2020 07:38 WIB
Eric Schmidt
Mantan bos Google Eric Schmidt. Foto: Internet
Jakarta -

Mantan CEO Google Eric Schmidt menyebut Amerika Serikat terancam kalah dari China dalam hal perkembangan teknologi.

Hal ini diungkapkan Schmidt dalam artikel opininya yang diterbitkan oleh New York Times. Menurutnya Amerika Serikat harus siap hidup di dunia yang dibentuk oleh China, utamanya karena hubungan antara perkembangan teknologi dan pemerintah yang otoriter.

Adu pertumbuhan teknologi antara AS dan China, menurut Schmidt, tak bisa dimenangkan oleh perusahaan privat tanpa bantuan dari pemerintah AS, demikian dikutip detikINET dari Business Insider, Senin (2/3/2020).

"(Pemerintah AS) harus ikut berperan secara serius," tulisnya.

Untuk itulah Schmidt meminta pemerintah federal untuk memprioritaskan pertumbuhan teknologi, terutama pada penelitian di bidang yang bisa meningkatkan pertahanan dan keamanan.

Lebih lanjut, Departemen Pertahanan AS (Department of Defense), menurutnya harus berfokus pada sejumlah hal penting seperti kecerdasan buatan, bioteknologi, quantum computing, dan hypersonic.

"Ini sebenarnya cukup simpel. Pada 2020 (China) akan bisa menyusul. Pada 2025 mereka akan lebih hebat dari kita. Dan pada 2030 mereka akan mendominasi semua industri AI," tulis mantan bos Google itu.

"Percayalah, orang-orang China ini hebat. Mereka akan menggunakan teknologi ini baik untuk kepentingan komersial juga kebutuhan militer, dengan semua implikasi yang ada," lanjutnya.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)