Senin, 17 Feb 2020 15:12 WIB

Skullbreaker Challenge Merebak, Ini Komentar TikTok

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi  Skullbreak challenge (dok. Istimewa) Komentari Skullbreaker Challenge, TikTok Larang Tantangan Berbahaya. Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Skullbreaker challenge yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda pengguna TikTok membuat para orang tua resah. Bagaimana tanggapan TikTok sendiri?

Dimintai tanggapannya oleh detikINET, TikTok Indonesia hanya tegas menyebutkan bahwa pihaknya secara umum tidak mendukung keberadaan konten-konten yang bisa membahayakan.

"Seperti yang tertera jelas di Panduan Komunitas, kami tidak memperbolehkan, mempromosikan, atau mendukung tantangan berbahaya yang dapat mengakibatkan cedera. Keselamatan dan keamanan pengguna merupakan prioritas utama di TikTok," kata Head of Users and Content Operations, TikTok Indonesia Angga Anugrah Putra melalui email yang diterima detikINET, Senin (17/2/2020).

Dikutip detikINET dari halaman Panduan Komunitas, TikTok menjelaskan bahwa konten apapun, selama tidak melanggar panduan, akan diperbolehkan. Pada salah satu poin yang dijabarkan di halaman Ketentuan-ketentuan Umum Seluruh Pengguna, TikTok menuliskan sejumlah larangan konten di TikTok.

"Mengintimidasi atau melecehkan orang lain, atau mempromosikan materi yang mengandung konten seksual secara terang-terangan, kekerasan atau diskriminasi atas dasar ras, jenis kelamin, agama, kewarganegaraan, disabilitas, orientasi seksual atau usia," tulis TikTok.

Pada postingan terbaru di halaman Komunitas tanggal 10 Januari 2020, TikTok juga menuliskan bahwa Panduan Komunitas mereka diperbarui dari waktu ke waktu untuk mengikuti perkembangan perilaku komunitas dan mengatasi risiko yang terjadi di industri yang lebih luas.

"Perubahan ini memberikan kejelasan seputar bagaimana kami mendefinisikan konten berbahaya dan tidak aman sehingga dilarang muncul dalam platform," kata TikTok.

Ditelusuri detikINET menggunakan kata kunci skullbreaker challenge atau #skullbreakerchallenge, halaman pencarian TikTok saat ini tidak menampilkan video-video aksi tantangan tersebut. Adapun yang muncul adalah video-video yang membicarakan bahaya melakukan skullbreaker challenge dan imbauan untuk tidak ikut-ikutan melakukannya.

Skullbreaker challenge saat ini sedang trending di wilayah Eropa dan Amerika Selatan. Hashtag #Skullbreakerchallenge bahkan diketahui sempat menjadi trending topic di TikTok selama beberapa hari belakangan.

Untuk diketahui, tantangan ini mengharuskan 3 orang berderet dan meloncat. Saat sedang meloncat, orang di samping kiri dan kanan sambil menendang kaki orang yang di tengah agar jatuh. Korban jatuh biasanya akan jadi bahan tertawaan dengan harapan cara jatuh mereka lucu. Alih-alih sebagai hiburan, aktivitas ini membahayakan karena bisa mengakibatkan cedera, patah tulang, lumpuh, bahkan korban nyawa.

Skullbreaker Challenge Merebak, Ini Komentar TikTok


Simak Video "Pensiun Main TikTok, Ini Kesibukan Bowo Alpenliebe"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)