Minggu, 02 Feb 2020 11:49 WIB

FBI Turun Tangan Ungkap Pembajakan Ponsel Orang Terkaya Dunia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jarrett Smith, 24, an army private assigned to Fort Riley, Kansas, allegedly discussed plans to attack a major TV news network using a car bomb and target members of the leftist group Antifa (AFP Photo/MARK WILSON) Foto: AFP Photo/MARK WILSON
Jakarta -

Pengusutan pembajakan ponsel Jeff Bezos terus berlanjut. Federal Bureau of Investigation (FBI) sampai turun tangan mengungkap kasus yang dialami orang terkaya dunia itu.

Saat ini, seperti diberitakan The Verge, Minggu (2/2/2020) FBI sedang menyelidiki dugaan peretasan ponsel Bezos yang dilakukan setelah mendapatkan pesan dari Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, lewat layanan WhatsApp. Adapun pesan yang mengandung malware itu masuk di ponsel Bezos merek iPhone X.

FBI berusaha memecah teka-teki kasus tersebut dan melihat adakah pembajakan ponsel Bezos ini dengan beredarnya spyware pegasus, malware yang dibuat oleh perusahaan Israel, NSO Group.

Pada April lalu, penyidik dari FBI telah menanyakan sejumlah pertanyaan kepada Bezos tentang Spyware.

Disebutkan bahwa spyware Pegasus tersebut memungkinkan untuk mencuri data-data yang ada di ponsel, termasuk pesan terenkripsi dan merekam dalam bentuk audio. Kecanggihan Pegasus ini dibuat tidak terdeteksi dan secara otomatis mencopot dirinya dari perangkat yang diretas.

NSO Group sendiri telah mengeluarkan pernyataan bantahannya terlibat dalam kasus peretasan ponsel Bezos. Begitu juga Arab Saudi yang membantah telah membajak data-data dari ponsel Bos Amazon itu.

Sebelumnya, senator dari Partai Demokrat Chris Murphy menyampaikan saran agar FBI dan Director of National Intelligence (DNI) untuk segera bertindak mengungkap kasus peretasan ponsel Bezos.

"Operasi terhadap Mr. Bezos memunculkan kecemasan bahwa warga Amerika yang lain mungkin secara sengaja diincar oleh Kerajaan Arab Saudi," kata Murphy dalam surat yang ditulisnya untuk Direktur FBI dan DNI.

Menurutnya, investigasi itu sangat penting dilakukan untuk memahami apakah ada kelemahan yang belum ada solusinya dalam keamanan nasional AS.



Simak Video "Amazon Blokir 1 Juta Produk yang Klaim Bisa Sembuhkan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)