Kamis, 19 Des 2019 22:00 WIB

Pakar UI Sebut Penutupan 6 Layanan di GoLife Langkah Tepat Gojek

Nurcholis Ma - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Kabar Gojek akan menutup 6 layanan dalam GoLife demi efisiensi dinilai tepat oleh salah satu pakar dari Universitas Indonesia. Langkah ini dinilai tepat demi kelangsungan proses bisnis Gojek jangka panjang mengingat kebutuhan perusahaan untuk memastikan bisnisnya terus bertumbuh dan berkelanjutan.

"Tentunya strategi Gojek untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah layanannya itu semata-mata agar lebih fokus dan membuatnya lebih kompetitif. Gojek selaku superapp sadar akan hal itu, karenanya mereka lakukan monitoring dan evaluasi berkesinambungan," ujar Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Indonesia (LD FEB UI) Paksi Walandouw dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12/2019).

Sebagai informasi, layanan GoLife yang tidak dilanjutkan ialah GoGlam, GoFix, GoAuto, GoDaily, GoLaundry, dan Service Marketplace. Layanan GoLaundry dan GoDaily akan beroperasi hingga 31 Desember 2019.

Sedangkan layanan GoFix dan GoGlam akan beroperasi sampai pertengahan Januari 2020, termasuk Service MarketPlace yang masih dalam tahap percobaan. Adapun layanan yang masih dilanjutkan ialah GoClean dan GoMassage.

Menurut GoLife Head Wesly Simatupang, kontribusi layanan GoClean dan GoMassage yang terdapat di aplikasi GoLife mencapai hampir 90% dari total order. "Kami selalu mengutamakan pengembangan produk yang didasari oleh kebutuhan dan tingkat permintaan konsumen, termasuk mengoptimalkan produk yang telah membuktikan keunggulannya di pasar," kata Wesly.

Mengenai penanganan mitra GoLife yang terdampak dari langkah ini, Paksi menyatakan apresiasinya karena Gojek telah menyusun pendekatan yang serius. Salah satunya dengan memberikan kesempatan bagi mitra dari layanan yang ditutup untuk bergabung ke lini jasa lain di dalam Gojek, seperti layanan GoRide yang memiliki permintaan sangat tinggi.

"Ini sangat bagus, karena para mitra itu bukan pegawai, tetapi Gojek mau mengarahkan dan memberikan akses ke ekosistem lainnya," ucap Paksi.

Diungkapkannya, manajemen Gojek telah melakukan berbagai inisiatif untuk memastikan mitra yang terdampak punya opsi mendapatkan penghasilan tambahan. Beberapa inisiatif termasuk memberikan kesempatan kepada para mitra untuk mendaftar ke layanan lain di dalam ekosistem Gojek. Mulai dari bergabung sebagai mitra GoRide dan GoCourrier, rekan usaha GoPay, dan GoTix, hingga mitra Usaha Mapan.

Selain itu, Kata Wesly, Gojek membuka kesempatan untuk dapat masuk ke platform layanan online sejenis lainnya di pasar. Hal ini dilakukan dengan cara memfasilitasi para mitra untuk menghadiri Bursa Kerja Mandiri yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

"Alhamdulillah, langkah-langkah tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari para mitra. Kami juga berharap seluruh upaya ini dapat tetap memberikan peluang bagi para mitra untuk mendapatkan penghasilan tambahan di luar dari penghasilan utama mereka sehari-hari," tutup Wesly.





Simak Video "Cegah Mitranya Terinfeksi, Gojek Impor Sendiri 5 Juta Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)