Kamis, 28 Nov 2019 15:55 WIB

Mendikbud-nya Nadiem Bayar SPP Pakai GoPay, Sungguhan Kejadian

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi Gopay. Foto: dok. Gojek Ilustrasi Gopay. Foto: dok. Gojek
Jakarta - Ketika Nadiem Makarim diumumkan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), banyak netizen berkelakar bahwa bayar uang sekolah nantinya bisa pakai GoPay. Ternyata candaan netizen ini sungguh terjadi.

Hal ini setidaknya diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah. Sekolah tersebut berinisiatif menyediakan opsi pembayaran dengan GoPay pada seleksi calon peserta didik baru.


Seperti tertera pada flyer yang disebarkan di berbagai media sosial dan website sekolah tingkat dasar tersebut, para orang tua dan murid bisa mendaftar sekolah secara online maupun offline.

"Penerimaan peserta didik baru 2020/2021 MI Miftahul Akhlaqiyah. Daftar lewat HP, bayar pakai GoPay," demikian keterangan pada flyer tersebut.

Mendikbud-nya Nadiem Bayar SPP Pakai Gopay, Sungguhan Kejadian Foto: screenshot


Miftahul Arief, Kepala Madrasah Miftahul Akhlaqiyah, membenarkan adanya fasilitas pembayaran yang lebih beragam ini. Dia menjelaskan opsi tersebut dimaksudkan untuk memberikan kemudahan terutama dalam urusan pembayaran bagi para calon orang tua murid yang hendak mendaftarkan anaknya masuk sekolah tersebut.

"Kami menyesuaikan era, karena mindset orang tua sekarang adalah serba-cepat dan instan. Ojek saja bisa bayar online, kenapa pendidikan tidak?," ungkapnya seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (28/11/2019).

Jika dilihat dalam keterangan di situs MI Miftahul Akhlaqiyah, opsi pembayaran lewat e-payment ini memang belum menggunakan kode QR untuk penyedia layanan pembayaran digital.

Pilihan pembayaran ini murni merupakan inisiatif sekolah dengan menggunakan akun e-payment milik Arief yang diperuntukkan sebagai tujuan transfer. Dijelaskan olehnya, tujuan sebenarnya adalah untuk memberikan alternatif pembayaran sekolah.

Dengan cara tersebut, calon orang tua siswa tak harus datang ke madrasah untuk sekadar membayar biaya pendaftaran seperti yang umum dilakukan selama ini. Menurut Arief, kendala yang dihadapi calon orang tua murid kebanyakan adalah kesibukan.

"Kami memahami kendala calon orang tua siswa yang memiliki keterbatasan waktu. Market kami kan warga perkotaan dengan aneka rupa pekerjaan yang terpancang dengan target dan waktu," imbuhnya.

Kendala lainnya, banyak calon orang tua siswa yang telanjur datang ke madrasah tapi tidak membawa uang tunai atau membawa tapi jumlahnya kurang. Dengan adanya opsi pembayaran yang lebih beragam, mereka tidak perlu bolak-balik mengambil uang tunai.

Selain GoPay, MI Miftahul Akhlaqiyah juga memperluas pilihan pembayaran lewat layanan fintech dengan menambah opsi pembayaran menggunakan Ovo, Linkaja, dan Dana.


Beberapa pilihan ini, menurut Arief, akan dikembangkan juga untuk pembayaran SPP siswa. Kemudahan calon orang tua siswa tak hanya dalam hal pembayaran, calon orang tua siswa madrasah juga bisa mendaftar dengan mengisi formulir online. Dengan demikian, beberapa berkas yang selama ini harus disediakan dalam bentuk fotokopi cukup diunggah melalui ponsel.

"Paperless, tidak ada kertas yang harus disetorkan sebagaimana selama ini, semua menggunakan daring," pungkasnya.

Simak Video "Nadiem Jadi Mendikbud, Bayar Sekolah Pakai Gopay Benar-benar Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)