Rabu, 20 Nov 2019 21:50 WIB

Ulang Tahun ke-4, Ini Cerita Pengguna Pertama Shopee

Yakob Arfin - detikInet
Foto: Yakob Arfin Foto: Yakob Arfin
Jakarta - Sebagai e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Desember tahun 2019 ini Shopee Indonesia memasuki usianya yang keempat. Berawal dari tiga orang karyawan, kini Shopee terus berkembang pesat hingga memiliki lebih dari tiga ribu karyawan.

Berfokus melahirkan inovasi di bidang seller maupun buyer, Shopee terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memberikan pengalaman belanja online yang aman dan menyenangkan.

Kerja keras Shopee berbuah manis. Dulu belum dikenal oleh masyarakat, kini namanya tak asing lagi di telinga orang Indonesia. Prestasi Shopee juga terlihat dari catatan transaksinya yang mencapai lebih dari 138 juta transaksi pada kuartal tiga 2019. Tentu capaian ini tak lain berkat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya berkat dorongan para pengguna Shopee.

Rebecca misalnya, sebagai pengguna pertama Shopee ia menceritakan bagaimana awal perjalanannya mengenal Shopee sejak tahun 2015 hingga saat ini.

"Kalau di Facebook ada friend anniversary, kalau saya dan Shopee juga ada friend anniversary yang ke empat tahun," ungkap Rebecca di Jakarta, Rabu (20/11/2019).


Ibu rumah tangga yang memiliki tiga buah hati ini adalah salah satu ibu yang aktif bekerja. Tingginya ritme kegiatan di pekerjaan, membuatnya tak memiliki banyak waktu untuk melakukan pembelian secara konvensional seperti ke mall ataupun ke pasar.

"Waktu awal saya bergabung di Shopee anak saya baru satu, sekarang anak saya sudah tiga. Karena saya ini ibu pekerja dan nggak punya waktu banget untuk belanja offline," kata Rebecca.

Ia mengungkapkan sebagai perempuan, apalagi sebagai seorang ibu rumah tangga biasanya punya keperluan yang begitu beragam. Mulai dari obat nyamuk sampai obat jerawat pun dibeli.

Oleh karena itu, ia menilai belanja secara online khususnya di Shopee adalah pilihan paling baik baginya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kadang tiba-tiba anak bilang, bu aku perlu ini. Dan itu seringnya last minute. Nggak ada waktu banget, literally physically pergi ke mall atau ke pasar. Jadi benar-benar apapun saya belanjanya online," terangnya.

Bergabung dan menjadi pengguna Shopee pada tahun 2015 dan mengenal Shopee melalui sosial media, Rebecca mengatakan saat kali pertama ia bergabung dengan Shopee produk yang tersedia didominasi oleh produk fashion dan kecantikan saja.

"Waktu itu di Shopee memang paling banyak fashion and beauty, tapi makin lama kategorinya makin banyak. Jadi sampai sekarang ketika pampers bayi saya habis, ya sudah beli di Shopee juga. Apalagi sekarang sudah ada official shop dari brand-brand terkemuka. Karena brand popok anak saya ada official shopnya, ya udah. Semua semakin mudah," ungkapnya.


Hadirnya inovasi yang digagas Shopee yakni Shopee 24 jam, rebecca menilai hal ini semakin membantu dan mempermudah kehidupannya sehari-hari.

"Popok anak habis jadi nggak mungkin kan nunggu lama, dan karena sekarang ada Shopee 24 jam, ya jadi aman. Pokoknya sukses deh Shopee membantu hidup saya sebagai ibuibu beranak tiga ya kan," ujar dia.

"Sempet ada cerita juga kemarin waktu tujuh belasan di sekolah anak saya. Suatu hari di sekolah anak saya harus bawa tampah berisi jajanan pasar. PR khan? Biasanya yang dapat PR anaknya, tapi yang ngerjain ibunya. Di whatsapp grup ibu-ibu TK ada yang berseloroh, 'aduh gue sih tau beli jajanan pasar di mana, terus tampahnya beli di mana?' Lalu saya jawab ya beli di Shopee aja kali ya," lanjutnya.

Rebecca mengatakan beragamnya produk yang tersedia di Shopee semakin memudahkannya menemukan hal-hal kecil bahkan tampah sekalipun. Oleh karena itu pula akhirnya Rebecca semakin menunjukkan loyalitasnya pada Shopee dengan melakukan pembelanjaan rutin, bahkan saat Shopee tak sedang mengadakan campaign diskon atau pun promosi.

"Sebenarnya saya itu pengguna Shopee yang mungkin kalau dilihat dari segi transaksi, saya lumayan kebal diskon. Artinya kalau lagi ada promo atau lagi nggak ada promo ya sama saja, belanja aja terus. Intinya sih gitu. Walau nggak ada promo saya tetap belanja. Karena saya belanja berdasarkan kebutuhan," ungkapnya.

Ia pun menceritakan alasan akhirnya memercayakan kegiatan belanjanya pada platform online Shopee, bahkan saat masyarakat masih ragu atau enggan bertransaksi di sebuah e-commerce.


"Permasalahan masyarakat dalam peralihan belanja dari offline menjadi online adalah kepercayaan dalam transaksi," tuturnya.

Rebecca melihat masyarakat masih belum berani untuk memberikan detil data kartu kredit dan masih ragu bila harus mengeluarkan sejumlah dana, sementara di satu sisi barang yang dibeli belum ada di depan mata.

"Saya bekerja di salah satu hotel bintang lima di Jakarta sebagai sales marketing, sehingga saya juga melihat fakta-fakta ini. Orang booking hotel kan bisa online ya, tapi entah kenapa tetap saja telepon berdering nggak berhenti-berhenti. Karena selama ini orang browsing-nya online, tapi transaksinya masih offline," terangnya.

"Dan ketika saya tanya ke customer saya juga, karena mereka masih belum percaya untuk memberikan detil data kartu kredit, belum percaya ketika harus membayar dan mentransfer uang, tetapi barangnya belum diterima atau belum dikonsumsi, dan mempertanyakan nanti uangnya ke mana. Gitu," jelas Rebecca.

Rebecca pun bersyukur kini Shopee memiliki garansi dana memberikan jaminan keamanan sampai pembeli benar-benar puas dan merasa aman. Dengan jaminan pengembalian barang dan pengembalian dana itulah alasan Rebecca tetap melakukan belanja di Shopee dari dulu sampai sekarang.

"Ketika saya kecewa dengan barang yang saya beli, sekarang saya memilih mengikuti prosedurnya Shopee untuk mengembalikan barang, kemudian dananya dikembalikan. Kemarin saya baru beli smart watch untuk anak saya. Itu kan barang elektronik. Biasanya orang kan takut untuk belanja elektronik. Ketika barang pesanan saya sampai, saya klik perpanjang garansi tiga hari lagi di akun Shopee. Jadi barangnya saya coba-coba dulu, apakah berfungsi dengan baik, baru saya klik dana dilepas. Gitu," kata Rebecca.

Dengan berbagai kemudahan dan jaminan keamanan serta beragamnya produk yang ditawarkan kepada pengguna, Shopee telah mencatatkan diri menjadi etalase belanja online yang mampu menyediakan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Simak Video "Buka-bukaan Karakter 'Horor' Arini di 'Love for Sale'"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/ujm)