Sabtu, 16 Nov 2019 17:00 WIB

Salut! Petinggi Gojek Pernah Ikutan Jadi Driver Ojol

Aditya Mardiastuti - detikInet
Ilustrasi driver Gojek (Akfa Nasrulhak/detikcom) Ilustrasi driver Gojek (Akfa Nasrulhak/detikcom)
Badung - Para petinggi Gojek punya cara untuk memahami mitra driver ojek online. Mereka tidak segan ikutan menjadi driver ojol.

Bos-bos Gojek rupanya juga pernah merasakan derita mitra driver ojek online. Mereka rupanya pernah merasakan susahnya memenuhi target orderan hingga menunggu kena suspend dari aturan yang dibuat sendiri.

"Pernah-pernah susah lho, beneran. Waktu itu kita mau mengubah sesuatu di aplikasi driver terus kita pingin nyobain dulu karena perubahannya cukup gede, jadi aku dan beberapa temen nyobain jadi sehari driver di Jakarta, ternyata susah banget menuhin targetnya. Jadi setelah itu lumayan respect bangetlah sama driver," kata Head of Online Transport Services Gojek Raditya Wibowo saat ditemui di kawasan Jimbaran, Badung, Bali, Sabtu (16/11/2019).


Dito, sapaan karibnya, juga mengaku belajar menahan diri saat mendapatkan pesanan Gofood. Dia juga merasakan ketika uang tunainya habis dan harus membayar makanan tersebut.

"Pertama ambil orderan Gofood itu kalau jadi driver itu lumayan susah, kita datang duduk cium makanan, tapi yang makan orang lain. Kadang-kadang terus cashnya habis dan aku curang pakai kartu kredit. Nunggu orderan di Plaza Senayan, lagi nunggu order, orderan yang masuk juga aneh-aneh kadang-kadang ada yang mau beli jeans Rp 500 ribu, beli nggak ya, terus driver kayak gini ya sering dapat orderan tapi aneh. Terus ada polisi dateng diminta minggir," paparnya.

Salut! Petinggi Gojek Pernah Ikutan Jadi Driver OjolHead of Online Transport Services Gojek Raditya Wibowo (Aditya Mardiastuti/detikcom)

Dito juga bercerita dia juga mengalami kena hukuman disuspend karena melewatkan pesanan. Dari situlah dia makin banyak mempertimbangkan pengalaman driver untuk membuat kebijakan baru.

"Pernah juga ke-suspend karena ngelewatin orderan, sama aturan sendiri. Habis itu pulang terus pesen Gomassage," selorohnya.

"Jadi menurut aku empati untuk orang-orang di balik angka-angka itu penting banget sih. Tapi selain itu juga kita harus empati juga sama kita sendiri, karena kena dampak gitu pasti nggak mungkin semuanya happy, driver nggak setuju, customer juga begitu," terangnya.


Pengalaman ini juga diceritakan Dito saat bicara di forum NextICorn International Summit 2019 di Bali. Dito menceritakan pengalamannya mengambil keputusan yang mempengaruhi banyak orang.

"Yang penting inget tujuan apa sih waktu bikin ini, sama waktu keputusan performa driver juga nggak happy. Ini lebih baik untuk mereka jadi keputusan itu yang harus diambil," terangnya.

Simak Video "Tekan Pengeluaran Mitra Driver, Gojek Luncurkan Pojok Swadaya"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/fay)