Sabtu, 09 Nov 2019 12:13 WIB

Driver GrabCar Tuli Ini Punya Cara Unik Ngobrol Bareng Penumpang

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Akfa Nasrulhak Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta - Saat orderan diambil oleh driver online tunarungu, beberapa pelanggan memilih untuk membatalkan dengan alasan kesulitan berkomunikasi. Karena itu, salah satu mitra driver GrabCar tuli, Ivan Octa Putra, punya cara komunikasi yang kreatif untuk pelanggannya.

Saat ini, Grab memang telah menyediakan beragam fitur dan fasilitas khusus bagi mitra driver disabilitas. Namun sebelum itu, Ivan menggunakan berbagai cara agar keterbatasannya sebagai seorang tuli tidak menghalanginya untuk berkomunikasi bahkan bercanda tawa dengan penumpang.

"Waktu itu ada penumpang, mereka ngobrol lalu saya bilang, maaf saya tuli. Bicara pelan-pelan ya. Dan pada akhirnya penumpang itu senang berbincang dengan saya. Kita bercanda tawa, dan saya pun merasa orang di sini sudah ramah disabilitas," ujar Ivan kepada wartawan di Jakarta baru-baru ini.


Pria yang kesehariannya juga sebagai fotografer freelance ini menjelaskan, pertama kali penumpang duduk di mobil, ia selalu menjelaskan bahwa dirinya penyandang disabilitas. Jika penumpang duduk di depan, ia akan meminta penumpang untuk bicara dengan gerakan bibir lambat. Jika penumpang ingin mengarahkan driver ke salah satu arah, Ivan minta untuk tunjuk arah dengan tangan.

"Terus jika penumpangnya di belakang, kalau penumpang mau manggil saya caranya sentuh pundak saya. Atau saya coba mengarahkan spion di depan saya ke arah penumpang untuk melihat wajahnya di belakang. Jadi nanti bisa tunjukkin arah ke mana penumpang mau," ucapnya.

Selain itu, sebelum adanya fasilitas stiker penanda mitra GrabCar tuli yang diberikan pihak Grab, Ivan membuat sendiri stiker di belakang jok dan di depan kabin berisi gambar isyarat. Gambar-gambar ia adopsi dari driver online di Malaysia agar dapat memudahkan penumpang untuk tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan orang tuli.
Kreatif, Driver Tuli Ini Punya Cara Unik Ngobrol Bareng PenumpangFoto: Ivan Octa Putra

"Ada juga beberapa gambar isyarat yang mengucapkan, halo, terima kasih dan sebagainya. Sebelum difasilitasi stiker keterangan tuli oleh pihak Grab, saya punya ide, saya buat sendiri, saya lihat desainnya dari yang sudah ada di Malaysia dan adopsi dengan diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Jadi penumpang bisa tahu cara berkomunikasi dengan orang tuli. Jadi saat penumpang turun, beberapa juga ramah dengan memberikan isyarat terima kasih," bebernya.

Meski menjadi driver disabilitas, pria lulusan Desain Komunikasi Visual UNIKOM Bandung ini mampu menyelesaikan 18 hingga 19 trip setiap hari. Sama seperti driver GrabCar normal pada umumnya. Dengan sikapnya yang ramah terhadap penumpang, suatu saat ia juga pernah mendapat orderan proyek fotografi dari penumpangnya.

"Pengalaman saya waktu itu jemput penumpang di stasiun kereta di Cimahi. Saya juga berbincang dan tertawa dengan penumpang saya. Hingga keesokan hari, ada akun Instagram yang follow saya. Walah ternyata dia penupmang kemarin saya. Terus dia lihat foto di Instagram saya, dia bilang bagus ya foto-fotonya. Dari situ akhirnya ada proses selanjutnya," ucapnya.


Ivan, yang juga pernah mendapat banyak juara lomba fotografi ini pun memberi semangat terutama kepada orang-orang disabilitas. Meski hidup di tengah keterbatasan, ia berpesan untuk selalu percaya diri dan harus berani untuk menunjukkan kemampuan.

"Setiap orang pasti punya kemampuan berbeda, ada yang suka fotografi, desain, atau olahraga. Kalian harus berani dan kita harus berjuang menunjukkan bahwa kita juga bangga. Sehingga kelak SDM tuli yang unggul bisa bertambah," pungkasnya.

Simak Video "Yuk Pesan Menu Eksklusif Lewat GrabFood Signature"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)