Jumat, 25 Okt 2019 16:45 WIB

TikTok Sapa Arek Surabaya, Ajak Promosi Wisata

Deny Prastyo Utomo - detikInet
Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya - Di tahun kedua eksistensinya di Indonesia, TikTok hadir menyapa arek Surabaya, Jawa Timur. Pengguna TikTok Surabaya tentunya menarik perhatian, karena provinsi tempat tinggal dikenal dengan penetrasi internet terbesar ketiga di Pulau Jawa (13,5%).

Selaras dengan program Gubernur Jawa Timur dalam Nawa Bhakti Satya tentang peningkatan ekonomi digital di Jawa Timur, TikTok mencoba mengenalkan program positif melalui berbagai fitur yang dimiliki berbagai komunitas.

TikTok Sapa Arek Surabaya, Ajak Promosi WisataFoto: Deny Prastyo Utomo/detikcom


"Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki berbagai potensi yang harus terus digali oleh generasi muda, untuk meningkatkan pertumbuhan kualitas dan daya saing. TikTok sebagai platform destinasi video singkat, harapannya dapat menjadi ruang untuk mereka bisa berkarya dan terkoneksi dengan komunitas global TikTok melalui konten-konten menarik," kata Head of User and Content Operations TikTok Indonesia Angga Anugrah Putra kepada wartawan di Surabaya, Jumat (25/10/2019).



Angga menambahkan, TikTok yang bergerak dalam platform video berdurasi pendek dan dibekali berbagai fitur kreatif ini, dapat membantu para kreator muda yang ingin mengaktualisasikan diri mereka sambil mempopulerkan wisata, kuliner, dan lain sebagainya.

"User yang baru bergabung tidak perlu repot untuk mencari, TikTok akan mencarikan viewer tersendiri dengan program TikTok sendiri," ungkap Angga.

Selain itu, sound atau musik di aplikasi TikTok, membuat pengguna tidak perlu khawatir melanggar hak cipta saat akan mengunakannya. Sebab menurut Angga, semua sound atau lagu yang ada di dalam aplikasi TikTok sudah punya kerja sama hak cipta.

"Copyright TikTok sudah kerjasama dengan label music. Jadi tidak perlu khawatir. Namun tidak bisa digunakan di tempat lain," ujar Angga.

Saat ditanya bagaimana mendapatkan keuntungan dari aplikasi TikTok, Angga menyebutkan bahwa TikTok tidak berbagi keuntungan dengan pengguna. Pasalnya, di dalam tampilan TikTok tidak iklan.

"TikTok tidak berbagi apa pun dengan user. Tapi kalau di-endorse boleh," lanjut Angga.

Angga juga mengatakan, pihaknya membantu pengguna mendapatkan viewer yang banyak dengan membuat beberapa fitur dan challenge.

TikTok Sapa Arek Surabaya, Ajak Promosi WisataFoto: Deny Prastyo Utomo/detikcom


Pihaknya juga memastikan bahwa konten-konten video yang dianggap tidak patut, seperti SARA, ujaran kebencian, otomatis secara sistem akan tersaring.

"Setiap konten yang masuk akan tersaring melalui tiga tahap, yakni mesin, quality control dan durasi tayang akan dihentikan," ungkap Angga.

Ke depan, aplikasi yang sudah tersedia di lebih dari 150 negara dalam 75 bahasa ini akan menguatkan strategi lokalisasi konten yang mendalam untuk mendorong pengguna berinteraksi dengan konten yang relevan terhadap budaya setempat.



Pihak TikTok sendiri sudah resmi menjadi mitra dari Kementerian Pariwisata Indonesia untuk mempromosikan pariwisata dan juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mempromosikan kampanye berjudul #EkspresiMerdeka yang menyoroti rasa cinta Indonesia.

Simak Video "Gara-gara TikTok, BTS Pecahkan Rekor Lagi di Guinness World Records"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)