Minggu, 20 Okt 2019 08:11 WIB

Pakai WhatsApp Harus Bayar Picu Kerusuhan di Negara Ini

Fino Yurio Kristo - detikInet
Suasana demo di Lebanon. Foto: Reuters Suasana demo di Lebanon. Foto: Reuters
Beirut - Pemerintah negara Lebanon mengumumkan bahwa layanan WhatsApp akan kena pajak. Hal itu langsung memicu munculnya kerusuhan yang cukup parah di seluruh negeri.

Awalnya, pemerintah mengumumkan akan membebankan pajak sekitar USD 6 per bulan buat pengguna WhatsApp dan juga user layanan lain yang punya fitur panggilan suara via internet termasuk Facebook Messenger dan Apple FaceTime.

WhatsApp sangat populer di Lebanon, digunakan oleh 84% orang dewasa di sana. Tercatat 98% kelompok usia di bawah 30 tahun menggunakan layanan milik Facebook tersebut.


Pemberlakuan pajak WhatsApp pun menuai protes keras. Bahkan demonstran di banyak tempat memblokir jalanan, membakar ban dan bentrok dengan aparat hingga gas air mata pun dilepaskan. Pemerintah coba menarik keputusan pajak WhatsApp tapi sudah terlambat.

Lebanon memang sedang dilanda krisis ekonomi dan korupsi berlangsung masif sehingga rakyat kecewa. Penerapan pajak WhatsApp semakin menambah kemarahan mereka.

"Politisi membunuh kami. Semuanya mahal, tidak ada pekerjaan, tidak ada uang, tidak ada apapun," sebut seorang demonstran berusia 23 tahun, Khaled Dokmak.

"Kami berada di sini untuk segala hal, untuk bahan bakar, makanan, roti semuanya," kata demonstran yang lain, Abdullah.

Ribuan demonstran itu menuntut pemerintah untuk lengser karena dianggap tidak becus mengurus ekonomi dan disebut-sebut sebagai aksi terbesar di Lebanon sejak tahun 2015.



Simak Video "Duh! WhatsApp Hilang dari Play Store"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)