Kamis, 19 Sep 2019 21:10 WIB

GoFood Kuasai 75% Pasar Layanan Pesan Antar Makanan Indonesia

Nurcholis Maarif - detikInet
Foto: Nurcholis Maarif/detikcom Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Jakarta - Riset Nielsen Singapura terbaru menunjukkan 84% masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan antar makanan, menganggap GoFood menawarkan pelayanan terbaik. Persentase GoFood lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri lainnya sekitar 39% dan menurut Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo, pangsa pasar GoFood di Indonesia mencapai 75%.

Menurutnya, dengan GoFood, konsumen tidak perlu menghabiskan waktu mengantre di restoran karena ribuan pilihan menu ada dalam genggaman sehingga membuat hidup jadi lebih praktis.

"Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir. Kami terus menjadi pemimpin pasar di layanan food delivery dengan pangsa pasar mencapai 75% di Indonesia," ujarnya, Kamis (19/9/2019).


"Kunci sukses dalam memenangkan hati konsumen tersebut adalah pemahaman kami terhadap konsumen Indonesia yang suka kuliner, terbukti dari data Nielsen yang menyebutkan 95% masyarakat Indonesia membeli masakan siap santap di luar rumah," imbuhnya.

Lebih lanjut Catherine menjelaskan potensi pertumbuhan ini akan terus dimanfaatkan GoFood untuk terus menghadirkan layanan yang bisa menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di saat yang bersamaan, pihaknya akan terus memperkuat ekosistem teknologi agar bisa mengajak lebih banyak mitra merchant untuk tumbuh bersama GoFood.

Sementara itu, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, memaparkan penelitian terkait perilaku pengguna layanan pesan antar makanan di Indonesia. Ia mengungkapkan kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan bisnis ini.

"Dengan 95% masyarakat Indonesia memilih untuk membeli makanan siap santap, industri pesan antar makanan mempunyai potensi pertumbuhan yang besar. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga membuat Gojek berada di posisi yang menguntungkan," ujarnya.


Adapun riset bertajuk 'Understanding The Online Food Delivery Market and GoFood's Leadership in Indonesia' tersebut digelar di 7 kota Indonesia dengan metode survei online. Penentuan responden dilakukan secara acak dan melibatkan 1.000 pengguna yang terdiri dari perempuan dan laki-laki berusia 18-45 tahun yang menggunakan layanan pesan antar makanan dalam 3 bulan terakhir.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing KUMKM, Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin mengatakan, kehadiran GoFood melalui berbagai inovasi sebagai pelopor layanan pesan-antar makanan di Indonesia patut diapresiasi. Apalagi menurutnya, Badan Pusat Statistik telah menyatakan kehadiran layanan seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17% dari 5,07% di tahun 2017.

"Pemerintah berharap tumbuhnya industri layanan pesan antar makanan bisa memberikan ruang inovasi baru bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas dan meningkatkan kapasitas usahanya. Kami di pemerintahan akan terus mendorong realisasi program-program prioritas yang berpihak pada UMKM dan pengembangan sektor ekonomi digital, sehingga lebih banyak UMKM kuliner yang bisa tumbuh bersama platform digital seperti GoFood," ucapnya.

Simak Video "Gojek Perangi Sampah Plastik, KLHK: Semoga Bisa Menginspirasi yang Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fyk)