Usai Minta Maaf, Bos Taksi Malaysia Kritik Pemerintah Indonesia

Usai Minta Maaf, Bos Taksi Malaysia Kritik Pemerintah Indonesia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 02 Sep 2019 09:59 WIB
Halaman ke 1 dari 2
Usai Minta Maaf, Bos Taksi Malaysia Kritik Pemerintah Indonesia
Datuk Shamsubahrin Ismail. Foto: YouTube
Jakarta - Melontarkan kontroversi dengan pernyataan bahwa ojek online Gojek sukses di Indonesia karena kemiskinan, bos Big Blue Taxi Malaysia kembali 'beraksi'. Kali ini, ia menyinggung pemerintah Indonesia.

Sang bos yang bernama Datuk Shamsubahrin Ismail melontarkan kritik yang kembali viral dalam video yang beredar di media sosial. Soal Gojek, ia menyebut bukan rakyat Indonesa yang miskin tapi ada kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Rakyat Indonesia tak salah, kalau dikatakan miskin. Yang salah itu adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah," ujarnya dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah.

Ismail melanjutkan bahwa pemerintah Malaysia tidak perlu mengikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia mengizinkan Gojek atau Grab. Ia menyinggung bahwa driver ojek online tak punya gaji tetap.




"Pemerintah di Malaysia mengikuti kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita Malaysia bekerja tanpa gaji tetap, untuk membawa Grab, untuk membawa Gojek," cetusnya.

Ismail memang salah satu pihak yang melontarkan kritik paling keras soal rencana kedatangan Gojek ke Malaysia, yang sudah diberi lampu hijau oleh pemerintah setempat, terkhusus akan diizinkannya sepeda motor untuk ojek online. Mungkin, ia khawatir bisnisnya bakal terancam.

Kata-katanya yang paling menimbulkan kehebohan adalah saat menyindir kemiskinan Indonesia. "Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda (Malaysia) bukan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek," ujarnya.

Ke Halaman Selanjutnya

(fyk/krs)