APICTA 2005 di Bali Terancam Batal
- detikInet
Jakarta -
Asia Pacific ICT Awards (APICTA) 2005 yang rencananya berlangsung di Bali, terancam batal. Khawatir akan ancaman terorisme, sejumlah negara menolak menghadiri acara penganugrahan penghargaan bidang ICT se-Asia Pasifik itu.Ancaman batalnya penyelenggaraan APICTA di Bali, adalah salah satu kemungkinan terburuk yang harus diterima Indonesia sebagai tuan rumah. R. Eko Indrajit, salah seorang steering committee APICTA dari Indonesia menyatakan, agak sulit kalau penyelenggaraannya tetap di Bali pada jadwal yang sama (29 November - 3 Desember 2005-red). "Sulit karena ada beberapa negara menyatakan keberatan, yaitu Singapura, Hong Kong dan Australia," kata Eko, saat dihubungi detikinet, Kamis (20/10/2005). "Jadi kalau dipaksakan di Bali pada tanggal tersebut, ketidakhadiran negara-negara besar tersebut akan menyulitkan karena terkait masalah sponsor," paparnya.Selain penolakan dari ketiga negara tersebut, Eko juga mengatakan kalau Malaysia terancama menolak juga. "Untuk Malaysia, steering committee-nya tidak keberatan kalau di Bali, tapi 52 persen finalisnya menyatakan keberatan," ucap Eko.Selain itu, menurut Eko, ada dua kemungkinan lain terkait penyelenggaraan acara tersebut. Kemungkinan pertama akan tetap di Bali, tapi penyelenggaraannya diundur hingga Februari 2006, atau kemungkinan tanggalnya tetap, tapi tempatnya tidak di Bali atau tidak di Indonesia sama sekali.APICTA 2005 rencananya diikuti 14 negara. Masing-masing negara mengirimkan delegasinya yang membawakan karya terhebatnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT). Indonesia menyambut gembira perannya sebagai tuan rumah, karena menilai acara tersebut sebagai embrio ekspor bisnis TI jangka panjang.Karya-karya tersebut akan dilombakan, untuk mendapatkan penghargaan bergengsi. Untuk tahun ini, para pemenang rencananya diumumkan di ajang Gala Dinner, di Hotel Grand Bali Beach, Bali, pada tanggal 3 Desember.
(nks/)