Selasa, 23 Jul 2019 15:12 WIB

Kominfo Siapkan 25 Ribu Talenta Digital Muda

Muhammad Taufiqqurahman - detikInet
Menkominfo Rudiantara. Foto: Muhammad Taufiqqurrahman
Makassar - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan pelatihan keterampilan bagi anak muda dalam bentuk 'digital talent' atau talenta digital. Tujuannya talenta digital ini dipersiapkan masuk ke dalam lapangan pekerjaan.

Hal ini diungkapkan oleh Menkominfo Rudiantara pada acara Digital Talent Scholarship di Universitas Hasanudidin (Unhas), Makassar, Selasa (23/7/2019).

"Tahun ini targetnya ada 25 ribu Anak muda Indonesia yang usianya di bawah 29 tahun diberi pelatihan keterampilan, bukan pengetahuan karena kalau pengetahuan kan dia harus kuliah. Tapi ini betul betul keterampilan," kata Rudiantara di sela-sela acara tersebut.

Dikatakannya, fokus digital talent di Indonesia Timur menyisir wilayah di Makassar, Gorontalo, Manado, Ambon dan Jayapura. Untuk tahun ini, Kominfo menyiapkan digital talent sebanyak 50 ribu orang.


"Golnya menyiapkan talenta-talenta Indonesia di bidang digital. Karena setiap tahun ini kita butuhkan 600 ribu digital talent. Masih belum cukup sebenarnya, " sebutnya.

"Karena sekarang serba digital itu satu. Kita harapkan tidak semuanya masuk dalam lapangan pekerjaan yang membutuhkan talenta digital tapi Kewirausahaan di bidang digital," imbuhnya.

Hal ini kata Rudiantara, berkaitan dengan revolusi Industri 4.0. Tujuan lainnya digital talent ini adalah perusahaan-perusahaan yang terkait dengan digital dapat menggunakan sumber daya manusia muda Indonesia.

Dirinya mengatakan bahwa salah satu persiapan yang penting dalam mengembangkan pendidikan digital adalah membangun ekosistem yang mendukung.

Presiden Joko Widodo, kata Rudiantara, memiliki visi yang jelas dalam mengarahkan ekonomi Indonesia ke era digital baru. Salah satu fokus pembangunan nasional Indonesia tahun 2019 adalah peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, termasuk di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

"Daripada mereka rekrut dari luar negeri, banyak orang Indonesia jadi kita ambil saja talenta talenta Indonesia. Jadi kita buat ekosistem secara integrasi dengan platform pencari talenta," kata dia.


Sementara itu, Rektor Unhas Dwia Aries Tina menyebut salah satu perubahan besar dalam revolusi 4.0 di bidang teknologi informasi dan komunikasi adalah transformasi dengan kehadiran perangkat dan keahlian big data, internet of things, artificial intelligence, machine learning, cloud computing dan beragam teknologi interaktif terbaru.

"Di Unhas kami ada distance learning, inkubasi, program studi yang terkait analisa data dan big data. Kami juga melakukan revisi kurikulum, membentuk ekosistem yang mendukung kebijakan pemerintah dalam bidang teknologi ini," paparnya.

Simak Video "Usai Lepas Jabatan Menkominfo, Rudiantara Ingin Jaga Masjid Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(fiq/fyk)