Senin, 22 Jul 2019 19:11 WIB

Sudah Tahu Belum? Gojek Awalnya Cuma Layanan Call Center

Faidah Umu Sofuroh - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Merayakan pergantian logo baru Gojek, Founder & CEO Gojek Nadiem Makarim berkisah tentang perjalanan bisnis Gojek di Indonesia. Dari situ terungkap pula bidang bisnis dan nama perusahaan yang awalnya bernama Go-Biz.

"Sembilan tahun, tak terasa Gojek dulu mulai sebagai suatu call center. Waktu itu kita belum punya teknologi belum punya pendanaan. Kita punya call center kita namain Go-Biz. Gojek itu menjadi suatu gerakan tersendiri, bukan hanya suatu perusahaan, tapi suatu revolusi yang terjadi di bidang teknologi tapi juga yang lebih penting di bidang kemanusiaan," ungkap Nadiem di Kantor Gojek Pasaraya, Senin (22/7/2019).

Dimulai dari 20 mitra pengemudi pada 2015, Gojek kini sudah memiliki lebih dari 2 juta mitra pengemudi, 400 ribu mitra merchant dan 60 ribu penyedia jasa di Asia Tenggara yang tergabung dalam ekosistem Gojek. Nadiem menambahkan bahwa pendapat orang terhadap pekerjaan sopir ojek dan pekerjaan ojek yang dulu dipandang sebelah mata. Kini ojek menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling kuat di Indonesia.




"Prejudice orang terhadap pekerjaan sopir ojek dan pekerjaan ojek itu semua salah. Dan mereka itu menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling kuat di Indonesia. Menjadi sektor pelayanan yang paling baik dan paling berguna untuk seluruh Nusantara. Dan bukan hanya di Nusantara, sekarang di mancanegara," kata Nadiem.

Sementara menurt Presiden Group Gojek Andre Soelistyo, teknologi yang awalnya dianggap sebagai perusak bisnis kini dapat dibuktikan bisa memberdayakan para mitra dan merchant melalui Gojek.




"Kita itu berada di dunia di mana semua orang bilang bahwa teknologi itu distruktif (merusak). Tapi untuk pertama kalinya kita sebagai bangsa Indonesia yang mungkin orang menganggap remeh lahirnya suatu konsep bahwa teknologi itu dengan bentuk kepercayaan yang kami buat melalui teknologi terhadap mitra-mitra driver, mitra-mitra merchant adalah menjadi suatu platform yang memberdayakan," ungkapnya.

Melalui Go-Biz, Andre menyebutkan bahwa Gojek memberikan kesempatan bagi para merchant untuk mengembangkan bisnis UMKM mereka. Mereka dapat berinovasi melalui aplikasi dengan cara memberikan voucher atau promo yang bisa meningkatkan perkembangan bisnis mereka.

Selain itu, dengan pertumbuhan user atau costumer Gojek yang semakin bertambah maka akan memberi kesempatan bagi para mitra untuk menambah pendapatan mereka.




"Dengan banyaknya pertumbuhan user kami itu berarti kesempatan untuk para driver untuk mendapatkan income akan lebih lagi. Karena misalnya 50 juta user di Indonesia ada di Gojek, maka banyak lagi driver-driver akan mendapatkan income opportunity untuk menambahkan income mereka," terangnya.

Kemudian dari segi payment, sejauh ini Go-Pay menjadi alat pembayaran digital terbesar di Indonesia. Namun perjalanan Go-Pay masih panjang, mengingat 85% transaksi yang terjadi di negara ini masih berupa uang tunai.

"Dari payment pun, sejauh ini Go-Pay menjadi alat pembayaran digital terbesar di Indonesia. Tapi balik lagi seperti yang tadi saya bilang, 85% dari transaksi yang terjadi di Indonesia itu masih cash. Jadi perjalanan Go-Pay itu masih sangat panjang. Dan perjalanan Go-Pay untuk memberikan akses financial service sangat panjang," pungkasnya.


Sudah Tahu Belum? Gojek Awalnya Cuma Layanan Call Center


Simak Video "Gojek Masih Ramu Formulasi untuk Rebut Hati Pasar Malaysia dan Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/krs)