Jumat, 19 Jul 2019 17:44 WIB

Dukung Startup, SBM ITB Gandeng 7 Venture Capital dan Bukalapak

Tri Ispranoto - detikInet
Foto: Tri Ispranoto/detikcom Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Bandung - Pertumbuhan startup di Bandung terus tumbuh dari waktu ke waktu. Namun kemunculan startup baru itu masih memerlukan perluasan jejaring, terlebih pendanaan dan akses yang terbatas.

Direktur The Greater Hub Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB Dina Dellyana mengatakan jika startup mendapat investasi, maka ada kesempatan untuk berkembang lebih cepat dan besar, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh publik.

Menurutnya, banyak startup Bandung yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan diakui internasional. Mereka hanya membutuhkan kesempatan untuk memaparkan ide bisnisnya pada calon investor.

Oleh karena itu, The Greater Hub SBM ITB menandatangani kerja sama dengan 7 venture capital serta Bukalapak dalam acara Bandung Startup Pitching Day 2019 di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Rabu (17/7/2019) kemarin.

Kerja sama dilakukan The Greater Hub dengan Alpha JWC Ventura, Alpha Momentum, Angin, Everhaus, MDI Ventures, Prasetia Ventura, Venturra Discovery, Bukalapak, HIPMI Bandung, Hipmikindo Jawa Barat, Startup Bandung, Kadin Jabar dan Kalibrr.

Kerja sama dilakukan untuk mengembangkan startup Bandung di bidang pengembangan ekosistem, progam magang di venture capital, startup portofolio, pengembangan riset dan edukasi.

"Mahasiswa yang akan mengembangkan startup bisa mendapatkan akses yang lebih luas dan dekat dengan dunia investor startup, serta sebagai ajang exposure terkait potensi startup di Bandung," ucap Dina saat berbincang dengan detikcom, Kamis (18/7) petang.

Dina menuturkan, dalam peranannya, kini dan masa mendatang, pengembangan startup mampu menciptakan solusi untuk permasalahan manusia. Dengan mencetak banyak startup baru, akan lebih banyak lagi solusi yang terpecahkan.

"Dan pada akhirnya, manfaat dari startup ini untuk membantu permasalahan yang dialami masyarakat, juga permasalahan di masa mendatang," ujarnya.

Menurut Dina, pada Bandung Startup Pitching Day 2019 kemarin, sebanyak 16 capital venture membidik pengembangan bisnis startup yang terpilih.

"Tujuannya mempertemukan potensi-potensi startup dengan venture capital, investor. Investor ini sulit ditemui. Mereka dari Jakarta,
juga Singapura. Ada 16 venture capital yang hadir. Startup yang terpilih pitching di depan mereka," ujarnya.

Dalam Bandung Startup Pitching Day 2019 ini, ada 135 pendaftar startup dari tahapan seed, sampai early stage. Dari 135 pendaftar yang kebanyakan startup digital yang ada di Bandung dan sekitarnya, persaingan disaring hingga menghasilkan tiga pemenang untuk kategori most innovative idea, most promising startup, dan best pitching.

Dari 135 startup yang mendaftarkan diri, terpilih 25 startup early growth stage terbaik yang memiliki ide-ide futuristik dalam memberikan solusi bisnis bagi Indonesia antara lain dari kategori FinTech, EdTech, Legal, Internet of Things (IoT), BioTech, Travel, dan Online Media.

Dengan ketertarikan capital venture pada bisnis yang dipresentasikan, pengembangan bisnis startup pemenang bisa selangkah lebih cepat.

Dina menuturkan, hadirnya capital venture dari level top-notch merupakan momen yang sangat langka. Untuk memicu ketertarikan capital venture pada ide bisnis yang akan disokong tidaklah sembarangan. Bisnis yang memiliki ketahanan dalam kelanjutan di masa mendatang menjadi penilaian utama.

"Sangat sulit mengumpulkan semua venture capital ternama yang hadir dalam acara ini. Tentu startup Bandung termasuk beruntung mendapat kesempatan langsung untuk menyajikan ide terbaik di hadapan capital venture. Momen pertemuan ini memang yang banyak ditunggu startup," tuturnya.

Bandung Startup Pitching Day 2019 adalah perhelatan kedua Greater Hub SBM ITB. Acara ini kerja sama dengan Komunitas StartUp Bandung, StartUp Grind, dan Geek Hunter, yang aktif dalam pengembangan startup di Bandung.

The Greater Hub SBM ITB juga berkolaborasi dengan komunitas Startup Bandung yang sudah berdiri sejak tahun 2015 dengan anggota lebih dari 100 startup yang berdomisili di Bandung. Lalu dengan Startup Grind Bandung sebagai komunitas startup tingkat global di bawah program #GoogleForEntrepreneur yang sudah memiliki cabang di lebih 250 kota yang tersebar di 100 negara, salah satunya Bandung.

Simak Video "Bukalapak Hilang di Play Store, Bagaimana Nasib Pengguna?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)