Kamis, 27 Jun 2019 11:06 WIB

Ini Alasan Kenapa Dulu USB Tidak Reversibel

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi flashdisk yang terhubung dengan port USB konvensional. Foto: Getty Images Ilustrasi flashdisk yang terhubung dengan port USB konvensional. Foto: Getty Images
Jakarta - Selama lebih dari dua puluh tahun lamanya, Universal Serial Bus, atau lebih akrab disebut sebagai USB, telah membuat banyak dari kita kesal karena keliru menentukan arah masuknya saat ingin menghubungkan. Flashdisk, misalnya. Hal ini tak lagi jadi isu setelah lahirnya USB Type-C, atau paling tidak bagi pemilik perangkat yang sudah mengadopsinya.

Lantas, sejak pertama kali ditemukan kenapa USB tidak dibuat reversibel saja sehingga ujungnya itu bisa dicolok bolak-balik tanpa memusingkan bagian atas-bawah, seperti halnya USB Type-C? Hal ini coba dijelaskan oleh Ajay Bhatt, salah satu penemu teknologi tersebut.




Pada awal 1990-an, Ajay, yang saat itu bekerja di Intel, ingin mencari cara untuk meluruskan segala benang kusut yang melibatkan kabel, plug, dan konektor berbeda-beda untuk masing-masing tujuannya. Selain itu, secara pribadi, dirinya juga ingin agar keluarganya bisa mencetak sesuatu menggunakan printer dan komputer rumahnya tanpa bantuannya.

Selain Intel, nama-nama seperti Compaq, IBM, dan Microsoft juga ikut terlibat dalam meramu port yang sifatnya lebih universal. Bukan cuma urusan merancangnya yang menjadi soal, karena mereka juga harus meyakinkan para produsen PC untuk mengimplementasikan standar mereka.

Kala itu ada beberapa vendor yang cukup sensitif terkait dengan biaya untuk mengikuti standar konektor tersebut. Hal ini juga yang memengaruhi bentuk dari USB.

"USB yang dapat terhubung melalui dua arah membutuhkan dilipatgandakannya kabel dan sirkuit, yang kemudian dapat melipatgandakan biaya," ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari The Verge, Rabu (26/6/2019).


Siapa yang mengalami ini ketika coba menghubungkan flashdisk ke komputer atau laptop?Siapa yang sering mengalami ini ketika coba menghubungkan flashdisk ke komputer atau laptop? Foto: Starecat




Saat diperkenalkan pada 1996, USB diproyeksikan untuk menggantikan port-port berukuran besar kala itu. Meski demikian, siapa sangka, perangkat ini juga justru sukses menggusur standar FireWire milik Apple, yang punya kecepatan transfer lebih tinggi, tetapi lebih mahal.

Kini, standar modern dari USB, USB Type-C, sudah menyelesaikan masalah kemampuan reversibel dari port tersebut. Ia sekaligus memberikan pengisian daya yang lebih baik dan transfer data yang lebih cepat.


(mon/krs)