Senin, 24 Jun 2019 07:50 WIB

Karyawan Microsoft 'Diharamkan' Pakai Produk Kompetitor

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Drew Angerer/Getty Images Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta - Microsoft mengumumkan ke lebih dari 100.000 karyawannya agar tidak memakai produk kompetitor saat melakukan pekerjaannya.

Produk yang dimaksud adalah Slack yang merupakan layanan berkomunikasi antar karyawan. Amazon Web Services (AWS) dan Google Document pun jadi bagian yang 'diharamkan' untuk dipakai karyawan Microsoft.


Dikutip dari The Verge, Senin (24/6/2019) larangan untuk penggunaan Slack, bukan karena didorong oleh tim produk Microsoft, melainkan aspek keamanan yang mengancam dari pemakaian Slack Free dan Slack Plus.

"Slack versi Free, Slack Standard, dan Slack Plus tidak menyediakan kontrol yang diperlukan untuk melindungi Microsoft Intellectual Property (IP) dengan benar. Pengguna yang ada dari solusi ini harus migrasi riwayat obrolan dan file terkait dengan bisnis Microsoft ke Microsoft Teams yang menawarkan fitur yang sama dan terintegrasi dengan aplikasi Office 365 sebagai fungsi panggilan dan rapat," tutur pengumuman tim Microsoft.

Adapun kalau ingin tetap memakai Slack, maka para karyawan Microsoft diimbau menggunakan versi enterprise.

Meski belum diketahui alasan pelarangannya, tetapi AWS dan Google Documents sering dipakai karyawan Microsoft dengan alasan untuk kebutuhan bisnis.


Bahkan, GitHub, yang tak lain milik Microsoft sendiri pun termasuk tidak disarankan dipakai untuk komunikasi yang isinya mengenai informasi rahasia, spesifikasi, maupun kode.

Grammarly yang tak lain aplikasi penulisan dan pengecekan tata bahasa pun turut dilarang oleh Microsoft. Perusahaan menilai layanan tersebut dapat mengakses konten yang dilindungi dalam email dan dokumen. (agt/afr)