Selasa, 18 Jun 2019 19:42 WIB

Retaknya Pertemanan Zuckerberg dengan Sesama Pendiri Facebook

Fino Yurio Kristo - detikInet
Zuckerberg dan Chris Hughes kala muda. Foto: thechive Zuckerberg dan Chris Hughes kala muda. Foto: thechive
Jakarta - Chris Hughes, salah satu pendiri Facebook di samping Mark Zuckerberg, belum lama ini mengutarakan kritik keras. Dan sepertinya, hubungan mereka menjadi retak.

"Aku masih menganggapnya sebagai seorang teman. Aku tidak punya perasaan negatif untuk Mark," sebut Chris yang dikutip detikINET dari CNBC.

Ia mengakui tidak lagi berhubungan dengan Zuck sejak menulis kolom soal sarannya membuat Facebook jadi perusahaan terpisah dan membatasi kekuasaan Zuck. "Aku tidak lagi mendengar apapun dari dia sejak itu," ujar Chris.




Hughes menuliskan kritikan panjangnya dalam sebuah kolom opini di media New York Times. Ada beberapa hal yang jadi sorotan pria 35 tahun tersebut.

Kekuasaan Zuck menurutnya sedemikian besar dan tak bisa dikendalikan karena ia memegang tiga layanan dengan pengguna raksasa yakni Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Maka ia mengusulkan Facebook dipecah, dengan kata lain memisahkannya dari WhatsApp dan Instagram.

"Masalahnya adalah kekuatannya tumbuh terlampau besar karena kita tidak meregulasi pasar kita dengan cara yang seharusnya," cetus Chris.

Chris bergabung dengan beberapa nama lain yang pernah dekat pada Zuck namun belakangan mengutarakan kritik. Ia adalah teman sekamar Zuckerberg di asrama universitas Harvard, di mana mereka mengawali Facebook pada tahun 2004.

Chris meninggalkan Facebook beberapa tahun kemudian. Ia pernah menjadi bagian dari tim kampanye Barack Obama pada tahun 2008 yang sukses mengantar Obama jadi presiden Amerika Serikat.




Zuck sebenarnya telah membalas kritikan Chris secara tidak langsung dalam kunjungannya ke Paris belum lama ini. Ia menyebut memisah perusahaannya malah mempersulit usaha menyaring konten berbahaya seperti ujaran kebencian dan hoax.

"Aku merasa bahwa solusi untuk memecah perusahaan tidak akan menyelesaikan (masalah) itu, kurasa itu malah akan membuatnya jauh lebih sulit," kata Zuckerberg (fyk/krs)