Jumat, 10 Mei 2019 16:11 WIB

Usulan Facebook Lepas WhatsApp, Ide Mantap atau Kalap?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Facebook. Foto: Reuters Facebook. Foto: Reuters
Jakarta - Facebook dengan Instagram dan WhatsApp memang punya kekuatan dahsyat bahkan cenderung memonopoli. Tapi apakah memisahkan ketiga perusahaan adalah ide mantap atau hanya solusi tergesa-gesa alias kalap?

Saran itu dilontarkan oleh salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes. "Kekuatan Mark tidak terkira dan tidaklah Amerika. Inilah waktunya untuk memecah Facebook," tulis Hughes dalam kolom panjangnya di New York Times yang dikutip detikINET.

Ia menyarankan agar regulator memaksa Facebook untuk memecah Instagram dan WhatsApp menjadi bisnis terpisah. Kemudian, Facebook dilarang melakukan akuisisi untuk beberapa tahun. Apakah saran itu bagus atau malah kontraproduktif?


Julie Bort, kolumnis teknologi Business Insider, sepakat dengan sebagian pendapat Hughes tapi tidak seluruhnya. "Hughes mengatakan bahwa power Facebook begitu besar sehingga harus dihentikan. Dia benar," tulis Julie.

Tapi solusinya untuk memecah Facebook menjadi perusahaan terpisah - Facebook, Instagram dan WhatsApp - ada celahnya. Yaitu malah berpotensi makin sulit untuk mengendalikan mereka.

"Memecah Facebook malah akan menciptakan tiga entitas publik lebih kecil yang semuanya mendapat tekanan untuk tumbuh. 'Bayi Facebook' itu akan dibesarkan dengan cara yang sama, tumbuh dengan segala cara," tandas Julie.

"Zuckerberg tetap bisa jadi pemegang saham besar di belakang mereka semua. Dengan entitas lebih kecil tanpa level perhatian yang sama seperti ke raksasa Facebook, praktek yang dilakukan 'Bayi Facebook' itu mungkin tak terpantau radar," tambahnya.

(fyk/krs)