Minggu, 05 Mei 2019 17:44 WIB

Ada Persekongkolan untuk 'Membunuh' Internet Explorer 6

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Pada 10 tahun lalu, YouTube menampilkan sebuah banner yang dikhususkan untuk pengguna browser Internet Explorer 6 yang berbunyi dukungan terhadap browser Microsoft itu akan segera dihentikan.

Pesan yang ditampilkan pada semua laman YouTube tersebut dibuat karena para engineer YouTube sudah frustrasi untuk terus mendukung browser jadul tersebut, dan bersekongkol untuk 'membunuhnya'. Sebagai informasi, IE6 saat itu masih digunakan oleh 18% dari pengguna YouTube.

"Kami mulai berfantasi mengenai bagaimana cara kami membalas dendam ke IE6. Rencananya sangat simpel. Kami menaruh banner kecil di atas player video yang hanya muncul pada pengguna IE6," ujar seorang mantan engineer YouTube bernama Chris Zacharias dalam postingan blognya.


Sekelompok engineer yang membuat banner ini yakin kalau hampir semua karyawan YouTube tak akan melihat banner ini. Ditambah lagi, saat itu YouTube baru diakuisisi Google, dan raksasa mesin pencari itu belum beradaptasi secara penuh dengan infrastruktur dan kebijakan YouTube.

Bahkan, para engineer itu pun membuat sekelompok aturan khusus bernama 'OldTuber' untuk mengakali kebijakan kode Google dan membuat perubahan langsung ke codebase YouTube yang tak terlalu dipantau.

"Kami melihat sebuah kesempatan di depan kami untuk mematikan IE6 secara permanen yang mungkin tak akan pernah kami dapatkan lagi," ujar Zacharias dalam pengakuannya.

Namun rencana Zacharias itu tak berlangsung mulus, karena tak lama setelah banner itu muncul perdana pada Juli 2009, media massa langsung menemukan banner tersebut dan memberitakannya.


"Orang pertama yang datang ke meja kami adalah bos humas," pungkasnya.

Setiap media teknologi saat itu bertanya mengapa YouTube mengancam untuk mematikan dukungan terhadap IE6, padahal saat itu browser Microsoft itu masih banyak dipakai.

"Kami pun langsung menceritakan semuanya ke tim humas mengenai apa yang kami luncurkan dan membantu mereka untuk membuat pernyataan ke media, termasuk mengarahkan narasi yang sudah dibuat oleh media," lanjut Zacharias.

Bahkan dua orang pengacara Google pun bertanya mengapa YouTube memasang banner tersebut. Mereka pun meminta banner tersebut dihapus secepatnya karena mereka bisa saja dianggap memonopoli browser. Pasalnya, saat itu mereka juga tengah mempromosikan browser Chrome.


Namun untungnya, ternyata banner tersebut juga diprogram untuk tampil secara acak di browser lain seperti Firefox, Internet Explorer 8, dan termasuk Opera. Hal ini kemudian ditunjukkan ke si pengacara, dan kedua orang pengacara itu pun tak lagi mempermasalahkan kehadiran banner tersebut.

Banner ini ternyata punya dampak besar dalam trafik pengguna IE6 ke YouTube. Sebulan setelah dirilis, trafik pengguna IE6 ke YouTube merosot sampai setengahnya, dan menurun 10% secara global, sampai akhirnya pada April 2012, pengguna IE6 menurun sampai di bawah 1% di Amerika Serikat.

"Hasilnya lebih baik dari apa yang diniatkan oleh tim pengembangan web kami," tutup Zacharias, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (5/5/2019). (asj/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed