Jumat, 03 Mei 2019 13:01 WIB

'Patungan untuk Berbagi', Donasi Digital buat Pendidikan

Tia Reisha - detikInet
Foto: Tia Reisha/detikcom Foto: Tia Reisha/detikcom
Jakarta - Tiga platform digital ternama di Indonesia, OVO, Tokopedia, dan Grab menggelar kolaborasi gerakan sosial bertajuk 'Patungan untuk Berbagi' guna meningkatkan pendidikan. Selain untuk menyambut Hari Pendidikan Nasioanal, program ini juga digelar untuk memeriahkan bulan Ramadan.

"Kami juga ingin mulai sesuatu, khususnya menyangkut pendidikan saat ini yang akan kami jalankan di Bulan Ramadan. Maka dari itu dari kami sendiri melihat apa saja yang akan sangat cocok pada waktu kita menyambut bulan Ramadan. Untuk itu kami melihat juga betapa pentingnya beberapa hal, salah satunya dari sisi pendidikan," ujar Direktur OVO Harianto Gunawan.




Menurutnya, pendidikan dipilih sebagai sasaran berdonasi karena sangat penting untuk membangun generasi berikutnya. Bahkan, lanjutnya, pendidikan bisa memberikan pemerataan masa depan terhadap seluruh anak di Indonesia.

"Maka dari itu kami bertiga, yaitu adalah OVO, Tokopedia, dan Grab, kami sebagai pelaku digital technology dengan ekosistem terbesar kami berkomitmen untuk terus melakukan kolaborasi untuk terus memberikan inovasi-onovasi yang baru dan tidak lupa inklusi serta membawa dampak besar terhadap bangsa Indonesia itu sendiri, salah satunya dengan pendidikan lewat program yang kita namakan nanti Patungan Untuk Berbagi," sambungnya.

Donasi ini pun akan diberikan kepada Rumah Yatim yang kemudian disalurkan kepada anak yatim di seluruh penjuru Tanah Air. Pengumpulan donasi pun berlangsung selama bulan Ramadan terhitung sejak hari ini.




"Kami bertiga juga bekerja sama dengan Rumah Yatim. Ada beberapa hal yang nanti kami akan lakukan dengan Rumah Yatim, yaitu pertama adalah distribusi hal-hal yang bersifat pendidikan, baik itu donasi ataupun paket yang berisi semua peralatan, perlengkapan untuk anak-anak kita semua dalam menempuh pendidikan," sambungnya.

Ia pun berharap kolaborasi antara OVO, Tokopedia, dan Grab ini dapat memberi dampak yang positif dalam dunia pendidikan sehingga kelak bisa memutus rantai kemiskinan di Indonesia.


(ega/krs)