Rabu, 01 Mei 2019 07:02 WIB

Perlu Tahu! Studi Ini Menyebut WiFi Bisa Bunuh Sperma

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi WiFi. Foto: Thinkstock Ilustrasi WiFi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Sinyal WiFi yang lazim digunakan pada zaman now rupanya juga memiliki efek berbahaya, tepatnya dapat membuat sperma mati. Setidaknya begitu menurut sebuah penelitian.

Menurut sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan bahwa gelombang elektromagnetik dari perangkat WiFi berkontribusi terhadap penurunan tingkat kesuburan di negara maju. Studi ini juga diyakini merupakan pertama kali menguji dampak WiFi terhadap sperma manusia.

Berdasarkan pengujian dari 51 orang pria yang turut terlibat dalam penelitian ini, mereka dilibatkan dalam In Vitro Fertilization (IVF) atau prosedur inseminasi buatan.




Responden tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok untuk melihat kondisi sperma terkait sinyal WiFi ini. Untuk kelompok satu, sampel spermanya tidak terkena gelombang elektromagnetik dari router WiFi. Kelompok kedua dilindungi oleh perisai WiFi kecil. Dan terakhir, kelompok yang terkena gelombang elektromagnetik.

Kumiko Nakata, orang yang memfokuskan penelitiannya pada embriologi dan spermatologi mengatakan sampel sperma dari responden di atas dengan ditempatkan dekat router WiFi saku, mirip dengan bagaimana ponsel dibawa dalam celana saku pria.

Setelah 60 menit pertama, tingkat motilitas sperma ketiga kelompok tersebut tidak ada perubahan alias masih sama. Kondisi berbeda saat memasuki masa waktu dua jam. Disebutkan, tingkat motilitas kelompok yang tidak terpapar 53,3%, kelompok perisai adalah 44,9%, dan kelompok terpapar 26,4%.




Lebih lama lagi, lebih dari 24 jam, tingkat sperma inti dari kelompok yang tidak terpapar 8,4%, kelompok yang didukung perisai 18,2%, dan kelompok yang terpapar mencapai 23,3%.

Berdasarkan studi itu, Nakata menilai memperoleh fakta gelombang elektromagnetik bisa membunuh sperma manusia dan perangkat WiFi merupakan faktor yang berkontribusi terhadap penurunan kesuburan.

"(Studi) menunjukkan gelombang elektromagnetik dari router WiFi portable mengurangi laju gerak dan meningkatkan tingkat kematian sperma manusia," ungkap Nakata dikutip dari NZ Herald, Rabu (1/5/2019).




Baru-baru ini, penurunan kesuburan di negara maju telah menjadi masalah besar. Gelombang elektromagnetik dikatakan aman, tetapi gelombang tersebut dari perangkat WiFi kemungkinan jadi faktor lain yang turut terhadap tren penurunan kesuburan.

"Studi kami menunjukkan bahwa dalam waktu yang relatif singkat, pelindung WiFi dapat menawarkan perlindungan dari efek berbahaya gelombang elektromagnetik. Namun, ada banyak bukti bahwa efek gelombang elektromagnetik pada sperma mungkin memiliki efek signifikan pada reproduksi manusia," tambahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan infertilitas pada pria dan wanita akan menjadi kondisi paling serius ketiga setelah kanker dan penyakit kardiovaskular pada abad ke-21. Di kawasan Asia Pasifik yang dihuni oleh empat miliar orang, mewakili 605 persen populasi global, sangat besar terjadi di sini.

(agt/krs)