Sabtu, 13 Apr 2019 07:45 WIB

Jack Ma Bela Sistem Kerja '996' yang Kontroversial

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jack Ma. Foto: Reuters Jack Ma. Foto: Reuters
Beijing - Di China khususnya, ada istilah sistem kerja 996 yang terutama populer di kalangan perusahaan teknologi. 996 adalah angka untuk bekerja dari jam 9 pagi sampai 9 malam selama 6 hari seminggu. Meski banyak yang mengkritik sistem itu, Jack Ma membelanya.

Pola 996 ditengarai membuat banyak karyawan tertekan karena kurang libur dan banyak pula tidak mendapatkan kompensasi pantas. Akan tetapi bagi sang pendiri Alibaba, bekerja keras seperti itu amat diperlukan untuk menggapai sukses.

"Secara pribadi, aku yakin adalah berkah jika bisa bekerja 996 karena banyak perusahaan dan individu yang ingin bekerja 996 tidak mendapatkan kesempatan itu," kata dia yang dikutip detikINET dari KrAsia.



"Seandainya kalian tidak bekerja 996 saat masih muda, kapan kalian akan melakukannya?" kata pria yang rencananya pensiun dari Alibaba tahun ini.

"Setiap orang di dunia ingin berhasil, punya kehidupan bagus dan dihormati. Jika kalian tidak bekerja lebih lama dari yang lain untuk membuat lebih banyak usaha, bagaimana bisa kalian meraih sukses yang kalian inginkan?" tandasnya.

"Pikirkan mereka yang tak punya pekerjaan atau perusahaan yang harus mati besok, atau seseorang yang tidak tahu bagaimana menghasilkan pendapatan di kuartal depan atau seseorang yang programnya dibuat dengan banyak usaha tapi ternyata sia-sia," papar Ma.



Dia bahkan menambahkan Alibaba tidak butuh orang yang hanya ingin bekerja 8 jam sehari. Akan tetapi harus sampai 12 jam sehari untuk mencapai misi perusahaan.

Kontroversi sistem kerja 996 mengemuka di media sosial setempat setelah beberapa karyawan teknologi China mengeluhkannya melalui platform GitHub. Namanya 996.ICU dengan ICU mengarah ke rumah sakit yang mungkin akan menjadi 'tempat tujuan' karyawan karena bekerja gila-gilaan.


Jack Ma Bela Sistem Kerja '996' yang Kontroversial
(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed