Selasa, 09 Apr 2019 11:11 WIB

Melongok USBN Pakai HP Android di SMK Muhammadiyah Magelang

Eko Susanto - detikInet
USBN memakai HP Android di SMK Muhammadiyah Kota Magelang. (Foto: Eko Susanto/detikcom) USBN memakai HP Android di SMK Muhammadiyah Kota Magelang. (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang - Sejumlah sekolah sudah menerapkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) berbasis handphone (HP) Android. Salah satunya di SMK Muhammadiyah Kota Magelang.

Hal itu terpantau langsung oleh detikcom, Selasa (9/4/2019), ketika siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kota Magelang melaksanakan USBN dengan memakai HP Android. Retno Putranti, guru Produktif Multi Media, mengatakan bahwa untuk pertama kalinya siswa mengakses akses poin di ruang kelas masing-masing. Setelah terkoneksi membuka aplikasi browsing Google Chrome.

"Setelah masuk google chrome kemudian menuliskan nomor IP server di search engine. Kemudian siswa menulis user name dan password," katanya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan USBN di SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Selasa (9/4/2019).

Setelah berhasil memasuki aplikasi ujian, siswa langsung bisa membaca soal dan mengerjakannya. Ruang USBN menyediakan colokan listrik untuk mengisi ulang daya HP, tepatnya di samping tempat duduk siswa.

USBN sendiri, katanya, dilangsungkan sejak tanggal 29 Maret sampai 10 April 2019. Untuk pelaksanaannya dibagi dua sesi. Sesi pertama pukul 07.30-09.30 WIB dan sesi kedua 10.00-12.00 WIB.

Melongok USBN Pakai HP Android di SMK Muhammadiyah MagelangFoto: Eko Susanto/detikcom

"Siswa menjawab soal dengan HP Android tersebut," ucap Retno.

Kepala SMK Muhammadiyah Kota Magelang Atiningsih mengatakan, USBN secara online menggunakan HP Android seperti ini baru pertama kalinya. Ujian menggunakan smartphone ini memberikan beberapa manfaat seperti demi menyiapkan diri menuju revolusi industri 4.0, menguji kejujuran siswa karena tidak bisa lagi mencontek, juga lebih ramah lingkungan karena mengurangi pemakaian kertas.

"Untuk kejujuran anak dengan tes menggunakan Android bisa dipantau dari situ karena soal diacak. Berikutnya, kita tidak menggunakan kertas jadi mengurangi polusi sampah dan menghemat biaya juga," kata dia.

"Untuk menyiapkan diri SMK Muhammadiyah Kota Magelang dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Mau nggak mau sekarang kemajuan iptek begitu pesat, kita harus menyesuaikan diri," ucapnya menambahkan.

Melongok USBN Pakai HP Android di SMK Muhammadiyah MagelangFoto: Eko Susanto/detikcom


Dari 143 siswa, ada sekitar 8 anak yang tidak memiliki smartphone Android. Mereka tetap difasilitasi dengan mengerjakan ujian di ruang Laboratorium Komputer.

"Yang tidak memiliki kita fasilitasi untuk masuk di lab. Tadi ada sekitar 8 anak yang tidak memiliki," kata Atiningsih.

Dua orang peserta USBN, Devita Indah Puspitasari dan Rizky Achmad Efendi, mengakui bahwa dalam tes menggunakan smartphone Android ini kejujuran benar-benar ditekankan.

"Kalau pakai kertas bisa contekan antar teman. Ini nggak bisa karena soal diacak dan beda juga," tutur keduanya yang merupakan siswa jurusan Akutansi dan Keuangan itu.

Peserta lain, Wahyu Prasetyo, menjadi salah satu yang harus mengerjakan soal di ruang laboratorium komputer. Siswa Jurusan Multimedia itu menyatakan dirinya tak mengalami hambatan.

Melongok USBN Pakai HP Android di SMK Muhammadiyah MagelangFoto: Eko Susanto/detikcom

"Saya punya HP Android tapi rusak, terus mengerjakan soal di ruang laborat," ujarnya.

Ditambahkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Muhammadiyah Kota Magelang Nunik Listiyaningrum, sekolah tersebut memiliki enam yaitu Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Bisnis Daring dan Pemasaran, Multimedia, Farmasi Klinis dan Komunitas, serta Teknis dan Bisnis Sepeda Motor.



(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed