Live Report Live Pitch Thinkubator

Jumat, 29 Mar 2019 19:00 WIB Tim Detikinet - detikInet
Foto: Grandyos Zafna/detikcom

Kompetisi startup Thinkubator sudah memasuki babak akhir. Dari 1.169 tim, 150 startup diseleksi secara online menjadi tinggal 6 startup. Setelah berhasil meyakinkan para juri, maka baru mereka akan mendapatkan kucuran dana investor dengan nilai total hadiah Rp 3 miliar. Adapun para juri utama dalam Live Pitch tersebut adalah Chairul Tanjung yang merupakan Chairman and Founder of CT Corp, Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan Frederica Widyasari Dewi yang merupakan Presiden PT KSEI. Ikuti keseruannya dalam Live Report acara yang berlangsung mulai pukul 20 WIB tersebut.

  • 21:01

    Live Pitching Berakhir, Rp 1,5 Miliar Disebar

    Keenam finalis telah melakukan pitching di depan para juri. Setelah itu MC melakukan review ulang konsep keenam startup tersebut. Mereka semua diundang untuk bergabung ke tengah panggung.

    Saldo yang tersisa Rp 100 juta dari CT dan diberikan kepada Nanobubble. Berikut adalah total pendanaan yang didapatkan oleh keenam finalis: Piniship Rp 125 juta, Mandor Rp 100 juta, Darah Kita Rp 200 juta, Ngorder.id Rp 75 juta, Nanobubble 825 juta, SIAB Rp 175 juta.

    Berakhir sudah acara Live Pitch Thinkubator Startup Competition. Acara pun ditutup dengan penampilan Soundwave yang membawakan lagu Fireworks yang dipopulerkan oleh Fireworks.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Grandyos Zafna/detikcom
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Grandyos Zafna/detikcom
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Grandyos Zafna/detikcom
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Grandyos Zafna/detikcom
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Grandyos Zafna/detikcom
  • 20:54

    Live Pitching: Siaga Air Bersih (SIAB)

    Selanjutnya ada finalis terakhir yaitu Siaga Air Bersih (SIAB) yang melakukan Live Pitch di depan juri. CEO SIAB Ratih Rachmatika mengatakan "Kami ingin menuntaskan masalah kekeringan, biaya air tinggi dan masalah air lainnya,"

    "Kami memiliki tiga layanan utama yaitu SIAB monitoring, kami monitor ph, suhu air dan tinggi air. Kemudian siap recycle untuk mendaur ulang air secara langsung. SIAB akan memfiltrasi secara otomotasi satu liter dalam satu menit. ini sudah ssuai dengan standar Kemenkes,"

    "Kami memiliki layanan notifikasi real time dan bisa langsung diakses oleh operator. Kami memiliki dua bisnis model yaitu pemasangan alat kepada pengguna dan iuran desa. Kami tidak hanya bicara soal bisnis tapi juga membantu masalah air di Indonesia,"

    Frederica menanggapi "Ini wanita tangguh kalian berdua luar biasa. Saya impressed karena kalian fokus ke air bersih karena bisa mencegah stunting. Secara geografis ini targetnya 40 ribu desa gimana after sales servisnya? Kalau ga benar-benar bagus yang marah sama kamu bisa satu kampung,"

    "Ini merupakan alat untuk melihat ketersediaan dan disitribusi, setiap 3 bulan skelai kami melakukan workshop pleatihan untuk masyarakat. Dan teknologi ini mudah untuk di-maintenance. Sehingga bisa langsung diperbaiki oleh masyarakat," jawab mereka.

    CT memberikan funding Rp 50 juta untuk SIAB, sedangkan William sudah kehabisan jatah funding, dan Rp 125 juta dari Frederica.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Grandyos Zafna/detikcom
  • 20:47

    Live Pitching: Nanobubble

    Finalis kelima mulai melakukan presentasi hasil ide startupnya, yakni Nanobuble. Dedi dan Ardi selaku pendiri mengatakan startup mereka bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya tambak udang.

    "Kami mengembangkan teknologi nano," Mereka pun memperlihatkan sebuah alat yang bisa menciptakan gelembung nano oksigen yang dapat menghilangkan virus di tambak udang.

    "Skema modal bisnis kami adalah pola investasi. Setiap 1 ribu meter persegi kita mendapatka Rp 35 juta. Kami menargetkan 35 ribu hektar di Bondowoso,"

    CT bertanya soal teknologi tersebut. Mereka menjawab secara singkat bahwa ketika oksigen disuplai tinggi di dalam kandungan air, maka dengannya bisa lebih tinggi peluang virusnya dituntaskan. Para juri rupanya terkesan dengan pemaparan startup ini.

    "Saya senang luar biasa, karena teknologi ini bisa berguna khususnya petani tambak udang. Dan saya kasih Rp 100 juta," sebut CT. "Saya percaya ekspor itu harus didukung dengan kapasitas. Maka saya kasih Rp 500 juta," sebut William. "Saya senang dengan ide anda, saya kasih Rp 125 juta," ucap Frederica.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
  • 20:38

    Live Pitching: Ngorder

    Startup selanjutnya yang akan memaparkan visi dan misi mereka adalah Ngorder. Founder Ngorder, Agus dan co-founder Alif mengatakan: "Kita membantu bisnis online untuk lebih mudah mengelola toko online mereka. Kita sudah memiliki 11 ribu bisnis online. Kita memiliki revenue lewat beberapa paket dan juga dari iklan,"

    "Kita memiliki lebih dari 6 juta transaksi dari B2B. kami bisa membantu 100 ribu UKM Indonesia di 300 kota sehingga mereka akan lebih mudah mengelola dan mengembangkan bisnis mereka,"

    Tanggapan William: "Bisnis kamu sudah memiliki traction yang sudah baik. Tapi kalian memiliki risiko karena bergantung dengan social media platform. Jadi kalian harus benar-benar belajar dari pengalaman Kodak dan Fuji. Kalau kalian bisa berevolusi kalian akan bisa survive seperti Fuji,"

    Untuk Ngorder, CT memberikan funding 50 juta, William masih memutuskan untuk pass, sedangkan Frederica memberikan funding sebesar 25 juta

  • 20:30

    Live Pitching: Darah Kita

    Finalis ketiga mulai diundang untuk presentasi hasil ide startupnya, yakni Darah Kita dengan founder Zulkarnain Mansyur dan Co Founder Ahmad Syauri. "Aplikasi kita bisa mengecek lokasi donor darah, event, dan stok darah," kata mereka.

    "Ada PMI dari Palopo ada peningkatan pendonor dari tahun 2017 hingga 2018. Darah kita telah digunakan di Palopo dan Makassar. Harapan kami bisa ke seluruh Indonesia," sebut mereka.

    "Kerja sama kita adanya transportasi online untuk membawa darah, dan marketplace hingga dari periklanan untuk mempromosikan darah kita,"

    Mendapat pertanyaan soal kelangsungan bisnis, misalnya dari transportasi online, Darah Kita kerjasama dan bisa mendapat margin keuntungan dari sana. "Dan untuk golnya kami ingin lebih mengajak banyak pendonor di seluruh Indonesia untuk melakukan donor darah,"

    Usai pitching, CT menyatakan 10 tahun berpengalaman di PMI. Maka ia menyumbang Rp 100 juta, dan dari Frederica Rp 100 juta.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
  • 20:25

    Live Pitching: Mandor.id

    Giliran startup Mandor.id melakukan Live Pitching dengan Andita Sugiono sebagai founder dan Rica Margareta jadi Co-Founder. Co-founder Mandor.id mengatakan masalahnya masyarakat Indonesia masih susah membangun rumah dengan biaya dan mutu yang berkesinambungan. Mereka menawarkan layanan perencanaan, pengawasan, pembangunan, konsultasi secara digital. Ada dua layanan utama yang ditawarkan yaitu ayo konsultasi dan ayo bangun.

    "Kami menyasar dua segmen yaitu bisnis lewat b2b dan konsumen lewat b2c," kata dia.

    William Tanuwijaya menanggapi: "Buat saya ini bisnis yang memiliki challenge yang sangat besar. Karena orang hanya bangun rumah sekali dalam beberapa tahuh. Kalian bukan yang pertama di pasar. Cuma kalian beruntung di pasar ini bukan menjadi yang pertama tapi yang terbaik di pasar. Saya harap kalian terus berinovasi untuk menjadi yang terbaik di pasar"

    Setelah pertimbangan juri, Mandor.id mendapatkan pendanaan sebesar 50 juta dari CT, William memutuskan untuk pass, dan 50 juta dari Frederica.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
  • 20:16

    Live Pitching: Phinisip

    Finalis pertama mulai Pitching, yakni startup Phinisip. Phinisip Hadir untuk mendorong visi pemerintah untuk membantu ekspor nasional. Founder dan CEO Piniship, Julio pun melakukan presentasi.

    "Kenapa kita bisnis di perkapalan. 90 % barang di seluruh dunia diangkut lewat kapal. Oleh karenanya Phinisip hadir untuk membantu ekspor. Saat ini permasalahan ekspor dari segi administrasi hingga prosesnya. Kami memberikan solusi dari platform untuk pengembangan ekspor nasional. Saya percaya itu bisa mengembangkan ekspor nasional dan masyarakat bisa sejahtera," kata dia.

    Chairul Tanjung pun melemparkan pertanyaan. "Luar biasa karena dalam waktu singkat bisa mengungkapkan ide Anda. Saya melakukan ekspor sandal dari tahun 87 ke Eropa. Saya tahu persis sulitnya ekspor impor di Indonesia karena banyak mata rantai yang harus dilalui. Pertanyaannya, bagaimana Anda berkolaborasi dengan begitu banyak institusi di RI?"

    Julio menjawab "Industri ekspor tidak semudah membeli tiket pesawat, karena terlalu sedikit institusinya. Kita harus berkoneksi minimal 7 institusi pemerintahan, termasuk bea cukai. Supaya terintegrasikan data ini secara realtime, maka harus saling berkomunikasi antara institusi,"

    Phinisip pun diputuskan mendapatkan pendanaan Rp 75 juta dari Frederica dan 50 juta dari CT.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Virginia Maulita Putri/detikINET
  • 20:13

    Presiden Joko Widodo Memberi Sambutan Lewat Video

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan lewat video. "Saat ini kita sudah memasuki revolusi industri 4.0. Siapa yang dapat mengantisipasi perubahan ini? yang bisa menjawab tantangan ini adalah yang ada di ruangan ini. Anak-anak muda. Tapi apakah anak-anak muda saja cukup? Belum cukup. Kita butuh anak muda dengan talenta di bidang teknologi. Agar lebih banyak perusahaan rintisan atau startup di bidang teknologi," kata sang presiden.

    "Kenapa startup? karena startup sudah menyelesaikan masalah-masalah yang juga sudah menjadi perhatian pemerintah. Saya ucapkan selamat kepada enam perusahaan rintisan yang telah terpilih. Saya berpesan kepada seluruh pemuda di Tanah Air untuk terus berinovasi dan mewujudkan mimpi saudara-saudara," tambahnya.

  • 20:11

    MC Daniel Mananta dan Luna Maya Membuka Live Pitch

    Tampak MC Daniel Mananta dan Luna Maya tampil membuka acara Live Pitch Thinkubator. Mereka menyambut para tamu dan pejabat yang hadir serta para dewan juri. Para peserta yang terpilih pun ditampilkan.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
  • 20:05

    Penampilan Soundwave

    Di panggung, acara dibuka dengan penampilan Soundwave membawakan lagu 'That's What I Like' yang dipopulerkan oleh Bruno Mars.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Virginia Maulita Putri/detikINET
  • 20:00

    Live Pitch Thinkubator Siap Dimulai

    Para peserta dan dewan juri sudah siap memulai acara Live Pitch Thinkubator. Tampak Chairul Tanjung yang merupakan Chairman and Founder of CT Corp, Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan Frederica Widyasari Dewi yang merupakan Presiden PT KSEI.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: Granyos Zafna/detikINET
  • 19:40

    Startup Terpilih: NgorderID

    Startup ini diprakarsai Agus Eko Setiyono (Founder) dan Alif Akbar Fitrawan (Co-Founder) yang menyasar bidang logistik/transportasi.

    NgorderID memiliki slogan "Kendali penuh Jualan Online dengan lebih mudah". Solusi mulai dari kelola orderan, produk, customer, pengiriman, sampai analisa bisnis dalam satu aplikasi jadi tawaran mereka.

    Kehadiran NgorderID untuk mengatasi ribetnya mengelola orderan.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: detikcom
  • 19:39

    Startup Terpilih: Mandor.id

    Meski startup Mandor.id yang melayani kategori construction service dan terkesan cowok banget, rupanya startup tersebut diprakarsai oleh duo perempuan hebat bernama Andita Sugiono sebagai founder dan Rica Margareta jadi Co-Founder.

    Mandor.id adalah sebuah sarana digital untuk mempertemukan tukang, arsitek, & penyedia bahan bangunan dengan mereka yang memiliki properti/lahan dan bermaksud untuk merenovasi atau membangun bangunan idaman sesuai dengan budget yang mereka miliki.

    Kurangnya pengetahuan konsumen tentang unsur renovasi, seperti biaya, waktu, dan mutu jadi sasaran Mandor.id untuk menyediakan solusinya. Startup ini memiliki slogan "Mandor borongan yang terpercaya dengan kualitas kontraktor untuk solusi pembangunan rumah idaman Anda".

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: detikcom
  • 19:39

    Startup Terpilih: Darah Kita

    Darah Kita berdiri pada November 2017 dan dilauncing di Kota Palopo. Kehadirnnya karea sang founder Firmansyah Ibrahim melihat rumitnya proses mendapatkan donor darah, begitu pula dengan pasokannya. Itulah kemudian Darah Kita hadir untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

    Tapi banyak tantangan yang harus dihadapi. Misalnya kerjasama dengan pihak pemerintah, komunitas, rumah sakit, instansi swasta. Pun begitu semua itu tidak menyurutkan keinginan Darah Kita untuk dapat menjangkau keseluruhan wilayah Indonesia Timur dan di masa mendatang dapat menjangkau keseluruhan wilayah Indonesia.

    "Darah Kita hadir untuk dapat membantu masyarakat untuk menghubungkan orang-orang yang ingin mencari darah dan mendonorkan darah. Kami ada untuk kehidupan kalian yang lebih baik," kata Firmansyah Ibrahim.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: detikcom

  • 19:39

    Startup Terpilih: Nanobubble.di

    Didirikan Hardi Junaedi dan Dedi Cahyadi. Lantaran mengambil studi di teknologi pertanian, keduanya bertemu di salah satu startup exhibition beasiswa LPDP tahun 2018. Tidak disangka keduanya membawa ide yang sama.

    Hardi Junaedi selaku founder membawa ide terkait nanoteknologi untuk budidaya udang, dan Dedi Cahyadi selaku co-founder membawa ide terkait bantuan pendanaan untuk budidaya udang. Sehingga akhirnya memutuskan untuk berkolaborasi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan budidaya udang dengan mengusung tambak supra intensif dengan menggunakan nanobubble.

    Kini Nanobubble punya 8 personil. Mereka berupaya melakukan peningkatan kepadatan udang hingga 1000 per meter persegi. Selain itu, mengelola dua hektar tambak di Cilacap dan Situbondo. Mereka juga punya keinginan melakukan mass production mesin nano bubble. Tidak ketinggalan melakukan ujicoba pada komoditas perikanan lainnya.

    "Mari ikut bergabung dengan nanobubble.id untuk ikut andil dalam revolusi perikanan indonesia," ajak Hardi.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: detikcom
  • 19:39

    Startup Terpilih: Piniship

    Berdirinya Piniship bermula dari ketertarikan Julio terhadap dunia logistik khususnya kontainer. Dan jauh sebelum itu dirinya punya mimpi untuk bisa punya perusahaan diseluruh dunia, atau setidaknya bisa berbisnis hingga keseluruh penjuru bumi. Namun suatu masalah menghampiri keluarganya sehingga membuat Julio banting setir jadi pengusaha arang kelapa. Tak disangka bisnisnya itu berkembang bahkan bisa menembus pasar internasional.

    Kendati sudah sukses menjadi pengusaha, Julio masih ingin mewujudkan mimpinya. Berbekal pengalamannya sebagai eksportir, dia membangun Piniship. "Saya berpikir ada sesuatu yang harus saya selesaikan di hidup ini. Lalu terbesit di kepala saya bahwa saya harus menyelesaikan apa yang saya mulai, itu kenapa muncul nama perusahaan yang menjadi icon atau brand saya yaitu 'Piniship" yang kalau disebut kedengarannya seperti 'Finish It' , dan itu mengingatkan saya terus menerus bahwa saya harus menyelesaikan pertandingan ini dengan sangat baik," ujarnya.

    "Saya sadar bahwa sebenarnya masalah yang terus terjadi ada di depan saya, yaitu logistik khususnya ekspor. Saya tertarik sekali dengan ekspor, dilain hal karena memang saya memiliki latar bakar sebagai eksportir, tapi di sisi yang lain juga saya mengerti kenapa ekspor menjadi salah satu ujung tombak perekonomian Indonesia," imbuhnya. Saat ini Piniship punya 9 personil.

    Mereka telah membuka rute dari Jakarta ke 31 Negara di 112 pelabuhan internasional, dan bekerja sama dengan 7 pelayaran internasional. Rencana kedepan mereka akan bekerjasama lagi dengan 15 pelayaran internasional, ke 70 negara dan lebih dari 300 pelabuhan internasional yang bisa dikirim bukan hanya dari Jakarta, tapi Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

    "Kami juga akan membuat program yang disebut 'sharing container', yang artinya setiap UKM mereka mampu untuk mengirim barang (ekspor) dalam jumlah yang sedikit, sehingga pengiriman yang sedikit tersebut adalah langkah awal untuk UKM bisa bersaing di pasar Internasional," pungkas Julio.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: detikcom
  • 19:39

    Startup Terpiih: SIAB Indonesia

    Siaga Air Bersih (SIAB) ini lahir dilatarbelakangi krisis banjir di Bengawan Solo. Bertenagakan delapan personil, mereka ingin mengatasi permasalahn akses krisi air bersih. "Kami ingin 21 desa dapat terakses air bersih secara digital dengan teknologi SIAB," ujar kata Ratih Rachmatika, CEO SIAB.

    Mewujudkan hal itu tidak mudah, banyak tantangan yang harus dihadapai. Salah satunya mengedukasi masyarakat desa. Pun begitu perjuangan mereka tidak sia-sia, SIAB Indonesia mengaku sudah pernah meraih juara di kompetisi startup.

    "Bantu kami untuk terus melakukan kampanye akses air bersih digital untuk desa dengan donasi baik sebagai volunter SDM Operasional/instalasi alat di desa maupun partner berupa CSR untuk instalasi SIAB," tutup Ratih.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: detikcom
  • 18:04

    6 Startup Rebutkan Hadiah Rp 3 Miliar

    Kompetisi startup dan komunitas, Thinkubator, sudah memasuki babak akhir. Dari 150 startup yang telah diseleksi secara online, menjadi tinggal 6 startup.

    Sebelumnya, 1.169 tim telah mendaftarkan dan mengumpulkan ide proposal startup. Setelah melalui tahapan seleksi awal, tersisa 6 peserta yang harus berhadapan dengan para juri dari tokoh profesional. Setelah mereka berhasil meyakinkan para juri, maka barulah mereka akan mendapatkan kucuran dana dari investor dengan nilai total hadiah Rp 3 miliar.

    Keenam startup terpilih itu adalah DarahKita, SIAB Indonesia, Ngorder, Nanobubble, Mandor.id dan Piniship.

    Startup DarahKita adalah startup yang menawarkan solusi masalah donor darah di Indonesia. Startup ini juga menghubungkan mereka yang sedang mencari acara donor darah. Startup SIAB (Siaga Air Bersih) merupakan startup yang menawarkan solusi ketersediaan air bersih dan berkualitas bagi masyarakat yang tak mendapat pasokan air bersih dari PDAM.

    Startup Nanobubble merupakan startup yang menawarkan solusi atas masalah dalam pertambakan udang. Startup Ngorder merupakan startup yang menawarkan solusi bagi pedagang online. Ngorder menawarkan solusi pengelolaan pemesanan, produk, konsumen, pengiriman dan analisa bisnis dalam satu platform.

    Mandor.id merupakan startup yang menawarkan jasa konsultasi, pembangunan rumah dan rehabilitasi. Startup juga menawarkan layanan kontrol dan manajemen proyek pembangunan. Phiniship merupakan startup yang menawarkan solusi dalam aktivitas ekspor-impor hingga pembayaran invoice yang bekerja sama dengan perbankan.

    Adapun para juri utama yang dihadirkan dalam Live Pitch tersebut di antaranya Chairul Tanjung yang merupakan Chairman and Founder of CT Corp, Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan Frederica Widyasari Dewi yang merupakan Presiden PT KSEI.

    Dalam rangkaian babak terakhir ini, juga akan dihibur dengan berbagai performance dari artis papan atas, seperti Soundwave. Bahkan, rencananya Presiden Joko Widodo juga akan memberi sambutan dalam acara tersebut.

    Jadilah saksi dari perkembangan startup di Indonesia dengan menyaksikan Live Pitch Thinkubator secara streaming maupun tulisan, mulai pukul 20.00 WIB.

    Live Report Live Pitch ThinkubatorFoto: istimewa