Kamis, 28 Feb 2019 20:15 WIB

Jelang Pilpres 2019, Facebook Temui Sejumlah LSM Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook APAC Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook APAC Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Dalam waktu hitungan bulan lagi, Pilpres 2019 akan digelar di Indonesia. Sebagai platform yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, Facebook juga tak ketinggalan menyiapkan pesta demokrasi tersebut agar platform miliknya aman dan nyaman digunakan

Persiapan yang dilakukan Facebook lebih mengarah kepada agar media sosial besutan Mark Zuckerberg ini tak dijadikan saluran bertebarnya konten negatif, mulai dari ujaran kebencian, hoax, hingga akun palsu.

Upaya tersebut kemudian dibuktikan dengan minta masukan dari 10 Non-Government Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kesemuanya berasal dari Indonesia. Langkah itu bersamaan dengan kunjungan Sheen Handoo, Part of Content Policy, Facebook APAC ke Indonesia.




"Ya bertemu dengan lebih dari 10 NGO. Facebook mencari input dari masing-masing NGO, apa nih inputnya. Di sisi lain, kita juga bagikan standar komunitas yang Facebook terapkan seperti ini, apakah dari masing-masing NGO ada input tertentu atau tidak. Jadi, memang kita sinkronisasi semua peraturan-peraturan yang dimiliki," tuturnya di Ruang Komunal Indonesia milik Facebook di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Video: Usaha Facebook Berantas Ujaran Kebencian di Platform-nya

[Gambas:Video 20detik]



Tak hanya mendapatkan masukan, Facebook juga ingin mengedukasi masyarakat Indonesia terkait kebijakan komunitas yang ada di platform miliknya.




Selain itu, Sheen mengungkapkan bahwa Facebook terus memperkuat timnya untuk menjaga tidak adanya konten negatif yang bertebaran di media sosial terpopuler ini. Caranya Facebook dengan terus menginvestasi teknologi dan sumber daya manusia.

"Kami mempekerjakan lebih banyak orang yang kami miliki sekarang 30 ribu orang yang bekerja di seluruh konten an masalah keamanan. Itu salah satu upaya yang kami lakukan untuk memastikan bahwa platform ini tidak disalahgunakan," kata Sheen.


(agt/krs)