Selasa, 19 Feb 2019 13:15 WIB

'Minta-minta' di Twitter, Pria Ini Dapat Rp 90 Juta Sebulan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: twitter.com/jovanmhill Foto: twitter.com/jovanmhill
Jakarta - Jovan Hill, seorang pengangguran yang drop out dari kampusnya, bisa menghasilkan USD 6.500-7.000 atau sekitar Rp 90-98 juta per bulan dari hasil "meminta-minta" di Twitter.

Pada sebuah hari Minggu di bulan September 2018, Hill 'siaran' di Periscope dari berkata pada para penontonnya, yaitu ia membutuhkan uang USD 7.000. Dalam video berdurasi 7 menit itu, ia menyebut keinginannya untuk pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat dan membutuhkan uang.

"Saya sangat miskin hari ini. Jadi jika kamu mau menghapuskan pajak, tolong beri sumbangan ke Jovan charity," ujarnya, seperti dikutip detikINET dari Mirror, Selasa (19/2/2019).

Sumbangan pun berdatangan ke akun Venmo dan Paypal miliknya. Ada yang menyumbang USD 100, ada juga yang menyumbang USD 1. Namun yang jelas jika ditotal, jumlahnya sangat lumayan.

Pendapatannya tiap bulan rata-rata di atas USD 6.500. cukup untuk membayar sewa apartemen, membeli ganja (yang menjadi ciri khasnya ketika siaran), dan berbagai keperluan lainnya.




Pendapatannya itu jauh lebih besar ketimbang pendapatannya ketika masih bekerja di restoran fast food. Saat itu ia hanya mendapat bayaran sebesar USD 1.245 atau hanya seperlimanya. Selain menghasilkan uang, 'aksinya' itu pun membuatnya terkenal.

"Saya terkenal di Twitter! Sudah jelas saya menyediakan layanan bagi para follower dan itulah alasan mereka memberiku uang. Ada beberapa orang yang tak suka dengan kelakuan saya, namun menurut saya itu hanyalah sebuah kecemburuan," ujarnya.

Hill sendiri mulai menjadi pengemis digital ketika ia pindah ke New York. Ibunya, Veronica Hill, memberinya uang untuk membeli tiket pesawat agar Hill bisa membangun kehidupan baru di kota itu.

"Sekarang saya mempunyai 110 ribu follower yang berasal dari Amerika Serikat sampai Singapura, dan ibu saya tetap mendukungnya," ujar Hill.

Hill pun mengungkap rahasia 'kesuksesannya', yaitu selera humornya yang menarik. Ia mengklaim kicauan dan video live streamingnya sangat menghibur.

"Ini adalah komedi online, jadi kenapa saya tidak dibayar untuk hal itu? Bahkan ketika saya masih bekerja di restoran dan offline untuk beberapa waktu, saya dirindukan oleh follower saya," tambahnya.

Hill sendiri sempat kuliah di jurusan ilmu politik di Texas State University, namun ia drop out pada awal 2017, dan kemudian ia pindah ke New York. Saat itu follower Twitternya baru berjumlah 13 ribu.

Kicauannya soal budaya modern pop dan homoseksual sukses menarik lebih banyak follower. Begitu pula dengan sumbangan uang dari para followernya ke akun Patreon miliknya.

Patron sendiri adalah sebuah platform berlangganan untuk para kreator konten yang menginginkan sebuah layanan langganan konten.

Hill sendiri kini tak lagi tinggal di New York, melainkan pindah ke Echo Park, Los Angeles. Suatu saat nanti ia berharap ada yang merekrutnya sebagai manager sosial media.

"Saya sudah membuktikan kehebatan saya di akun pribadi. Setengah dari followerku adalah komentatorku. Saya pikir ini akan berguna untuk konten viral dan selebriti, dan berharap saya bisa direkrut untuk mengirimkan tweet atas nama orang lain," tutupnya.




Simak juga video 'Fitur Mirip Insta Story Bakal Hadir di Twitter':

[Gambas:Video 20detik]


'Minta-minta' di Twitter, Pria Ini Dapat Rp 90 Juta Sebulan
(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed