Senin, 18 Feb 2019 17:01 WIB

Ketika Kecerdasan Buatan Tulis Berita Penemuan Unicorn

Fino Yurio Kristo - detikInet
Makhluk mitologi Unicorn di sebuah film. Foto: istimewa Makhluk mitologi Unicorn di sebuah film. Foto: istimewa
Jakarta - Perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan Elon Musk, OpenAI, mengutarakan kekhawatiran soal teknologi terbaru mereka sendiri. Berupa pengolah kata, software bernama GPT-2 ini mampu menulis berita seperti manusia.

Karena khawatir disalahgunakan, pihak OpenAi memutuskan tak membuka teknologinya pada publik. "Terlihat begitu nyata. Bisa saja seseorang dengan niat jahat akan mampu membuat berita palsu berkualitas tinggi," sebut David Luan, Vice Preaident OpenAI yang dikutip detikINET dari Wired.

Contohnya ketika diberi paragraf tentang penemuan unicorn, yang dalam hal ini mengacu pada makhluk mitologi dan bukannya status startup, GPT-2 mampu meneruskannya dengan menulis secara natural, seolah-olah merupakan berita yang dibuat oleh manusia.




Mau tahu bagaimana tulisan yang dihasilkan sistem ini? Berikut contohnya yang berkisah tentang penemuan unicorn tersebut.

Paragraf tulisan manusia:

Dalam sebuah penemuan mengejutkan, ilmuwan menemukan kawanan unicorn hidup di sebuah lembah terpencil dan sebelumnya belum tereksplorasi, di pegunungan Andes. Lebih mengagetkan lagi bagi para ilmuwan adalah fakta para unicorn itu berbicara dalam bahasa Inggris yang sempurna.

Mesin GPT-2 melanjutkan berita karangan itu:

Para ilmuwan menamai populasi itu, dengan melihat tanduknya yang khas, sebagai Unicorn Ovid. Unicorn putih keperakan bertanduk empat itu sebelumnya tidak dikenal dalam sains.

Sekarang, setelah lebih hampir dua abad lamanya, misteri yang memicu fenomena aneh ini akhirnya terpecahkan.

Dr. Jorge Perez, ahli biologi evolusi dari University of La Paz, dan beberapa rekannya, mengekplorasi pegunungan Andes ketika mereka menemukan lembah kecil, di mana tidak ada hewan atau manusia lain. Perez memperhatikan lembah itu memiliki apa yang tampak sebagai air mancur alami, dikelilingi dua puncak bebatuan dan salju perak.

Perez dan rekannya lalu berkelana lebih jauh ke lembah tersebut. "Pada saat kami mencapai salah satu puncaknya, airnya terlihat biru, dengan beberapa kristal di atasnya," kata Perez.

Perez dan rekan-rekannya pun takjub melihat kawanan uncorn. Makhuk itu bisa dilihat dari udara tanpa harus bergerak lebih banyak untuk melihat mereka, mereka terlihat sangat dekat sehingga mereka bisa menyentuhnya.




Tidak sempurna memang, tapi sudah cukup meyakinkan. Maka OpenAI menghawatirkan teknologi GPT-2 jatuh ke tangan orang tidak bertanggungjawab dan dipakai untuk menyebarkan informasi tidak benar.

"Hal yang utama bagi kami di sini adalah dengan tidak memungkinkan pemakaian jahat atau penyalahgunaan teknologi ini," sebut Jack Clark, Policy Director OpenAI.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed