Sabtu, 09 Feb 2019 17:33 WIB

Nilainya Hancur-hancuran, Bos Twitter Masih Yakin dengan Bitcoin

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Masih ingat dengan momen saat Elon Musk mengisap ganja pada sebua acara di YouTube. Si pemilik channel YouTube bersangkutan, Joe Rogan, kembali mengundang nama besar di dunia teknologi untuk berbincang dengannya.

Ia adalah Jack Dorsey, CEO sekaligus founder dari Twitter. Lantas, apa yang mereka bicarakan? Apakah Dorsey juga akan mengisap mariyuana sama halnya dengan bos Tesla dan SpaceX.


Tidak, tidak, Dorsey lebih memilih untuk membicarakan soal Bitcoin ketimbang isap-isap ganja. Dalam acara bincang-bincang tersebut, ia mengatakan bahwa Bitcoin akan menjadi mata uang tunggal di dunia.

"Dunia ini akan memiliki mata uang tunggal, internet akan memiliki mata uang tunggal. Secara personal saya percaya itu akan menjadi Bitcoin. Itu akan terjadi sekitar lebih dari 10 tahun lagi, tapi itu bisa jadi lebih cepat," ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari Forbes, Senin (4/2/2019).

Ucapan bernada positifnya terhadap cryptocurrency paling populer itu juga sejalan dengan aktivitasnya dalam menjalankan Square, perusahaan finansial yang didirikannya pada 2009. Di sana, Bitcoin sudah didukung penerapannya sejak 2014.

Sekadar info, tahun lalu Square melaporkan bahwa pihaknya menghasilkan USD 34,1 juta pada tiga bulan pertama dalam menjual Bitcoin. Walau demikian, mereka mengeluarkan USD 33,9 juta untuk membeli token, sehingga hanya untung sekitar USD 200 ribu.

Tampak sedikit? Hal tersebut mungkin lantaran pasar Bitcoin memang sedang kurang bergairah.



Harga mata uang virtual tersebut sudah anjlok sekitar 80% dalam kurun waktu 13 bulan terakhir. Rekor nilai tertinggi Bitcoin yang berada di kisaran USD 20 ribu pada Desember 2017 hanya tinggal sejarah, dan harganya sekarang cuma sekitar USD 3.400 (Rp 47 juta) per keping

Lebih lanjut, terjun bebasnya harga Bitcoin juga dirasakan oleh cryptocurrency lainnya. Sekitar USD 400 miliar dalam bentuk valuasi raib begitu saja dari pasar cryptocurrency pada kurun waktu 12 bulan terakhir. (mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
Layar Pemilu
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya