Senin, 04 Feb 2019 19:00 WIB

Pendiri Meninggal, Perusahaan Cryptocurrency Utang Triliunan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Jack Taylor/Getty Images Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta - Pengguna layanan penukaran mata uang digital atau cryptocurrency asal Kanada, QuadrigaCX tidak bisa mengakses dana milik mereka. Alasannya ternyata cukup tragis, pendiri QuadrigaCX, Gerald Cotten baru saja meninggal dunia dan hanya ia yang tahu password penting untuk penyimpanannya.

Dilansir detikINET dari Gizmodo, Senin (4/2/2019) istri Cotten, Jennifer Robertson mengatakan bahwa QuadrigaCX memiliki utang sebesar USD 190 juta (Rp 2,6 triliun) kepada penggunanya dalam bentuk cryptocurrency dan uang.



QuadrigaCX pun mengajukan pelindungan kreditor karena mereka tidak bisa mengakses dana yang disimpan di 'cold storage' atau perangkat fisik yang tidak terhubung dengan internet. Cold storage ini digunakan untuk melindungi dana milik pengguna dari hacker.

Sedangkan untuk dana yang dapat diakses untuk tujuan transfer, disimpan dalam 'hot wallet' yang memiliki nominal cryptocurrency lebih kecil. Tapi, Robertson tidak menjelaskan berapa banyak cryptocurrency yang disimpan di masing-masing penyimpanan.

Robertson mengatakan bahwa hanya Cotten yang memiliki akses untuk mengurus dana dan koin yang dipegang oleh QuadrigaCX, dan tidak ada anggota tim lain yang memiliki akses.

QuadrigaCX pun pada pertengahan bulan Januari mengumumkan bahwa Cotten meninggal pada 9 Desember 2018 karena komplikasi akibat penyakit Crohn saat sedang berada di India.

Robertson sendiri saat ini memegang laptop milik Cotten, tapi ia mengaku tidak tahu password yang digunakan oleh suaminya. Ia juga mengatakan bahwa Cotten tidak meninggalkan data bisnis untuknya. Seorang ahli yang direkrut oleh QuadrigaCX juga tidak berhasil membobol enkripsinya.



Elvis Cavalic, seorang pelanggan QuadrigaCX asal Calgary, Kanada pun mengaku kapok menggunakan cryptocurrency karena ia tidak bisa menarik dananya sebesar USD 15 ribu.

"Saya mungkin akan menghindari cryptocurrency di masa depan. Mereka meninggalkan kita tanpa kepastian. Saya sudah mempersiapkan diri untuk hal terburuk," ujarnya. (vim/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed