Jumat, 01 Feb 2019 14:25 WIB

ITB-Bukalapak Luncurkan Laboratorium Riset Kecerdasan Buatan

Mochamad Solehudin - detikInet
Foto: Mochamad Solehudin/detikINET Foto: Mochamad Solehudin/detikINET
Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Bukalapak meluncurkan "Bukalapak-ITB Artificial Intelligence (AI) & Cloud Computing Innovation Center", sebuah laboratorium riset untuk mahasiswa, dosen, dan peneliti Indonesia dalam mengembangkan AI (kecerdasan buatan).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir secara langsung meresmikan laboratorium riset tersebut di Aula Barat ITB, Kampus ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Jumat (1/2/2019). Hadir pula di antaranya Rektor ITB Kadarsah Suryadi dan CEO sekaligus founder Bukalapak Achmad Zaky.

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh masing-masing pihak. ITB bersama Bukalapak berkomitmen untuk mendekatkan dunia industri dengan perguruan tinggi terutama dalam pengembangan inovasi ke depan.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi sangat menyambut baik peluncuran laboratorium riset AI di ITB demi mendukung pengembangan riset dan menjawab berbagai tantangan di era digital.




"Hari ini bersejarah, karena kita akan membahas peluncuran artificial intelegence (kecerdasan buatan)," kata dia, dalam sambutannya.

Dia juga mengungkap adanya tren baru khususnya di bidang ekonomi digital. Pertama, demokratisasi akses sehingga semua orang bisa mengakses berbagai informasi. Kemudian teknologi digital untuk jasa dan manucaftur.

"Semakin diperlukan integrasi dunia industri dengan perguruan tinggi. Dari situ terjadi lapangan kerja baru. Untuk itu hari ini komitmen untuk mendekatkan dunia industri perguruan tinggi," katanya.

Sementara itu, Achmad Zaky dari Bukalapak menyatakan salah satu tujuan dari laboratorium riset AI itu adalah buat pemberdayaan talenta digita di Indonesia.




"Tantangan bagi kami saat ini adalah bagaimana mencari talenta teknologi di bidang AI yang dapat berkontribusi untuk Indonesia. Bukalapak berkerja sama dengan ITB membangun sebuah laboratorium riset AI pertama di Indonesia yang bisa memberdayakan talenta lokal untuk mengembangkan kapasitasnya di tanah air," ucapnya.

Dia juga menyebut, AI menjadi teknologi yang berkaitan erat dengan revolusi industri 4.0. Bukalapak bersama ITB memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap kemajuan industri 4.0, karena AI memiliki peran cukup signifikan untuk perkembangan industri dan kegiatan operasional perusahaan di masa mendatang.

Berbagai fasilitas disiapkan oleh Bukalapak di dalam laboratorium riset tersebut, seperti server dan big data. Pakar-pakar dari Bukalapak juga akan ikut berbagi ilmu dengan para mahasiswa.

"Kami sediakan tempat, hibahkan data sehingga mahasiswa bisa riset langsung. Ada server, intinya jadi fasilitas ini bisa dipakai untuk riset sehingga lebih kaya dan talenta kita (dari Bukalapak) transfer knowledge," ucapnya.




Dia juga berharap hadirnya laboratorium riset AI di ITB ini bisa meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia yang memahami teknologi AI, mengingat hal itu belum banyak dimiliki saat ini.

"Harapannya civitas akademika Indonesia banyak yang studi tentang artificial intelligence," katanya.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengaku senang dengan banyak inovasi yang dilahirkan oleh anak muda Indonesia. Dia juga meminta di era digital saat ini perguruan tinggi harus bisa mengikuti perkembangan zaman.

"Rasanya ini dunia milenial yang perlu terobosan. Kita bisa lagi melakukan proses pembelajaran bisnis and usual. Kita harus berinovasi secepat perkembangan yang ada," ujarnya.


(mso/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed